NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi belum puas terhadap kinerja rekanan pelaksana proyek pedestrian Yos Sudarso. Bukan hanya progres yang masih minus, namun juga pengerjaan tidak sesuai kesepakatan.
‘’Kami minta beberapa batu andesit lantai yang sudah terpasang untuk dibongkar dan diganti,’’ kata Kabid Bina Kontruksi DPUPR Ngawi Yesi Widyarti, Minggu (22/9).
Yesi meminta beberapa titik lantai dibongkar karena warna batu andesitnya tidak sesuai kesepakatan. Gradasi warna batu andesit berbahan natural seringkali tidak bisa sama persis.
Pihaknya menginginkan warna yang meskipun berbeda, namun tidak terlalu mencolok. Penggantian dilakukan karena sebetulnya material bahannya sudah tersedia. ‘’Pihak kontraktor lalai dalam penyortiran,’’ ujarnya.
Di sisi lain, DPUPR mencatat realisasi pengerjaan pedestrian Yos Sudarso yang masih minus. Capaiannya 60,31 persen dari target 62,71 persen per pekan ke-18.
Hasil evaluasi, penambahan tenaga kerja oleh rekanan dinilai belum cukup untuk mengejar defisit. ‘’Harus dikebut agar bisa selesai tepat waktu,’’ ucapnya.
Yesi mengingatkan kontraktor mengenai potensi musim hujan di awal November nanti. Item pekerjaan pengecoran perluasan jalan, pot bunga, dan pemasangan batu andesit mesti dipercepat. ‘’Kami berharap November itu tinggal finishing berupa pemasangan ornamen,’’ pungkasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto