NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Netralitas ASN agaknya bakal mendapatkan porsi perhatian yang lebih dalam Pilkada Ngawi 2024.
Meski pemilihan bupati (pilbup) tahun ini cuma diikuti satu pasangan calon (paslon), namun potensi kecurangan terkait keterlibatan ASN diklaim tinggi.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Ngawi Yohanes Pradana Vidya Kusdanarko.
"Calon tunggal atau lebih potensinya (kecurangan, Red) sama, upaya mempengaruhi atau menarik ASN, TNI, dan Polri, tetap tinggi,’’ katanya, Kamis (26/9).
Selain coblosan bupati, tahun ini juga berlangsung pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Ada tiga paslon yang berniat memimpin Jatim.
Ada persamaan dalam kedua kontestasi tersebut. Yakni, incumbent atau petahana kembali macung di pilkada serentak.
Dia mengungkapkan, memastikan paslon cuti selama masa kampanye merupakan langkah awal.
Di kabupaten ini, Ony Anwar Harsono dan Dwi Rianto Jatmiko, sudah cuti mulai hari Rabu (25/9) lalu.
"Cuti di luar tanggungan negara menjadi poin awal mencegah adanya kecurangan netralitas ASN, TNI, dan Polri," terangnya.
Terkait ASN punya hak pilih diperbolehkan sosialisasi visi dan misi paslon, bawaslu masih menunggu aturan baru.
"Yang jadi dilema, kedatangan abdi negara itu memunculkan anggapan keterlibatan atau tidak dalam kampanye,’’ ujarnya.
"Kami akan kumpulkan seluruh panwascam untuk sosialisasi terkait pengawasan netralitas ASN, TNI dan Polri," imbuhnya. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya