Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

BUMDes Pohkonyal Kelola Lima Sumur Dalam, Kedepankan Service Oriented

Mizan Ahsani • Kamis, 10 Oktober 2024 | 20:30 WIB
SUMUR DALAM: BUMDes Pohkonyal, Kecamatan Pangkur, kini mengelola tiga sumur dalam yang fungsikan khusus untuk pengairan pertanian. (PEMDES POHKONYAL)
SUMUR DALAM: BUMDes Pohkonyal, Kecamatan Pangkur, kini mengelola tiga sumur dalam yang fungsikan khusus untuk pengairan pertanian. (PEMDES POHKONYAL)

 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Pohkonyal, Kecamatan Pangkur, terbukti berjalan efektif.

Sejak 2018, BUMDes telah memiliki lima unit pompa air dalam yang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, baik untuk pertanian maupun konsumsi air bersih bagi warga.

“Saat ini, BUMDes memiliki tiga pompa sumur dalam untuk pengairan pertanian dan dua unit untuk Penyediaan Air Minum (PAM),” ungkap Sekretaris Desa Pohkonyal Suwarjo.

Menurut Suwarjo, pemanfaatan sumur dalam untuk pertanian difokuskan di wilayah sekitar, khususnya di Dusun Sulursewu.

Di daerah ini, lebih dari lima hektar lahan pertanian telah terairi oleh pompa sumur dalam.

“Untuk sumur lainnya, masing-masing dapat mengcover sekitar lima hektar area,” tambahnya, sambil menjelaskan bahwa sumur-sumur ini diakses saat masa tanam padi.

Keberadaan sumur dalam di wilayah Sulursewu sangat vital, mengingat daerah tersebut rawan kekurangan air.

Sebelumnya, hanya ada satu sumur yang masih belum mampu memenuhi kebutuhan pengairan lahan yang ada.

“Kami kemudian membangun sumur tambahan di titik lain agar distribusi air lebih merata,” jelas Suwarjo.

Selain untuk pertanian, dua unit pompa sumur dalam juga dimanfaatkan untuk menyediakan air bersih bagi warga.

Sistem langganan diterapkan bagi warga yang ingin mengakses air bersih, yang harus mendaftar terlebih dahulu ke BUMDes.

AIR PAM: Selain sumur untuk pengairan lahan pertanian BUMDes Pohkonyal juga mengelola dua sumur untuk mensuport kebutuhan air konsumsi untuk warga. (PEMDES POHKONYAL)
AIR PAM: Selain sumur untuk pengairan lahan pertanian BUMDes Pohkonyal juga mengelola dua sumur untuk mensuport kebutuhan air konsumsi untuk warga. (PEMDES POHKONYAL)

“Saat ini, kami lebih mengedepankan pelayanan atau service oriented, ketimbang mencari profit,” katanya.

Meskipun kebutuhan air untuk pertanian dan konsumsi warga sudah cukup terpenuhi, Pemdes Pohkonyal tidak berencana menambah unit pompa air dalam dalam waktu dekat.

“Kapasitas yang ada sudah memadai, jadi belum ada rencana untuk penambahan unit,” ujar Suwarjo.

Tarif sewa untuk pengairan sawah di desa ini dipatok sebesar Rp 40.000 per jam.

Tarif tersebut dinilai lebih murah dibandingkan dengan harga sewa dari pihak swasta.

“Kami usahakan agar tarifnya tetap di bawah harga sewa swasta,” tambahnya.

Ke depannya, BUMDes Desa Pohkonyal juga berencana melaksanakan program pembinaan di bidang kepemudaan, khususnya dalam kewirausahaan.

Salah satunya adalah pelatihan pembuatan tas anyaman plastik, yang selama ini menjadi salah satu potensi ekonomi desa.

“Tujuan kami adalah agar ada penerus usaha ini, mengingat saat ini tenaga pengerajin yang masih tersisa sebagian besar adalah orang tua,” kata Suwarjo.

Menurut Suwarjo, meskipun permintaan tas anyaman plastik sangat tinggi, jumlah tenaga penganyam yang tersedia masih terbatas.

“Pasar jelas ada dan permintaan terus meningkat, tapi tenaga perajin muda sangat minim. Kami butuh lebih banyak penganyam,” pungkasnya. (rio/naz/*)

Editor : Mizan Ahsani
#air #pertanian #bumdes #ngawi #pangkur #pompa #sumur