NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Penggunaan narkoba di kalangan sopir angkutan umum di Ngawi masih menjadi kekhawatiran sejumlah pihak.
Maklum, penggunaan obat-obatan terlarang itu bisa berakibat fatal. Tidak hanya bagi sopir, melainkan bagi penumpang angkutan umum.
Menyadari bahaya tersebut, Satlantas dan Satresnarkoba Polres Ngawi melakukan upaya pencegaham dampak yang berpotensi timbul dari penggunaan narkoba.
Mereka menggelar tes urine bagi pengemudi bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang masuk Terminal Kertonegoro, Ngawi.
Pengetesan acak itu diikuti dengan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi angkutan umum tersebut.
"Kami tes enam sopir bus. Hasilnya semua negatif narkoba dan kondisi kesehatannya baik," kata Kapolres Ngawi AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto.
Dwi menuturkan bahwa tes urine dan kesehatan sopir guna memastikan keamanan perjalanan.
Pengemudi punya peran penting mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
"Keselamatan penumpang sangat tergantung pada kondisi fisik dan mental pengemudi," ujarnya.
Tidak kalah penting sopir harus mematuhi aturan lalu lintas. Di antaranya penggunaan sabuk pengaman dan menjaga kecepatan yang aman selama perjalanan.
Selain itu, para sopir atau kru angkutan umum wajib memeriksa kondisi kendaraan sebelum mengaspal.
"Kecelakaan sering terjadi karena pelanggaran lalu lintas," ucapnya. (sae/cor)
Editor : Budhi PrasetyaSumber : Radar Madiun