NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Ngawi masih harus menyelesaikan tantangan besar terkait persoalan rumah tidak layak huni (RTLH).
Berdasarkan data dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (DPRKP), masih ada ribuan unit RTLH yang butuh perhatian khusus.
Kendati 1.089 unit RTLH yang sudah diperbaiki tahun ini, namun ternyata tercatat 8.151 rumah yang butuh perbaikan.
"Tanggungannya masih cukup banyak,’’ kata Kepala DPRKP Ngawi Maftuh Affandi, Kamis (24/10).
Menurut Maftuh, bedah RTLH tersebut melibatkan program dari pemerintah pusat dan daerah serta instansi lain.
Seperti Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR dan Rutilahu dengan leading sector Kodim.
Juga, alokasi dana desa dan program khusus pemkab. Perusahaan swasta juga memberikan sumbangsih melalui corporate social responsibility (CSR).
"Kami berharap semakin banyak kontribusi CSR untuk perbaikan RTLH,’’ ujarnya.
Pemkab memasang target perbaikan 500 unit RTLH tahun depan. Pagu anggaran bantuan Rp 20 juta per rumah.
"Kami berusaha menambah jumlah penerima manfaat agar masalah RTLH dapat segera terselesaikan,’’ katanya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya