Diketahui, makan siang gratis bergizi tersebut bagian dari program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Namun,menurut informasi yang dihimpun belum ada kejelasan atau regulasi maupun petunjuk teknis (juknis) terkait pelaksanaan program makan siang gratis bergizi itu.
Kendati demikian, sejumlah anggaran dimasukkan dalam penyusunan rencana APBD 2025 untuk pelaksanaan program itu.
"Kami usulkan tambahan Rp 7 miliar dalam BTT (belanja tidak terduga) untuk jaga-jaga, backup program makan siang bergizi," kata Ketua TAPD Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Kamis (7/11).
Sodiq menyebutkan, usulan BTT sebelumnya hanya dianggarkan Rp 8 miliar. Dengan tambahan Rp 7 miliar, total menjadi Rp 15 miliar.
''Apakah nanti diakomodasi atau tidak, masih ada pembahasan lebih lanjut,'' ujarnya.
Pos anggaran makan siang bergizi masuk BTT bukan tanpa sebab. Belum adanya kepastian sumber dana program Presiden dan Wakil Presiden terpilih itu.
"Untuk jaga-jaga saja, kalau ternyata nanti program itu diminta dianggarkan dari APBD," ungkap Sodiq.
Kepala Badan Keuangan Ngawi Tri Pujo Handono mengatakan, anggaran Rp 7 miliar itu bakal digeser ke OPD pelaksana.
Tapi itu jika biaya program tersebut harus ditanggung daerah. Jika tidak, maka anggaran bisa digunakan untuk program lain.
Tentu, penggunaannya di masa perubahan APBD tahun berjalan. Ketidakjelasan, lanjut dia, tidak hanya soal sumber anggaran.
Tapi, juga perkiraan berapa anggaran per anak dan jumlah siswa penerima. Apakah semua siswa SD dan SMP, atau mungkin ada skala prioritas.
"Belum ada data sama sekali, ditunggu nanti seperti apa," terangnya.
Ketua DPRD Ngawi Yuwono Kartiko mengatakan, bahwa pihaknya menyetujui tambahan BTT Rp 7 miliar untuk jaga-jaga makan siang bergizi.
"Kalau melihat wacana makan siang bergizi, seharusnya memang anggarannya dari pusat," ungkapnya. (sae/den)
SEPUTAR PROGRAM MAKAN SIANG GRATIS BERGIZI
- Belum ada regulasi maupun juknis pelaksanaan program.
- Pemkab jaga-jaga dengan menyiapkan Rp 7 M dalam penyusunan rencana APBD 2025.
- Dana jaga-jaga masuk pos BTT.
- Total rencana BTT menjadi Rp 15 M.