NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Pengurus DPC Gerindra Ngawi meminta Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dan bawaslu setempat bersikap tegas.
Itu terkait unggahan meme di akun media sosial Instagram @rusdiabetes. Pasalnya, logo Partai Gerindra terlihat jelas dalam unggahan itu
"Itu tentu tidak benar, ini sangat merugikan bagi kami," kata ketua DPC Gerindra Ngawi Waluyo Jati Sasono kemarin (10/11).
Unggahan itu berupa paslon nomor urut dua Pilkada Ngawi 2024. Pun, mencatut foto Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI Prabowo Subianto.
Postingan itu disukai lebih dari 57 ribu orang, dikomentari lebih dari 600 orang dan dibagikan lebih dari 33 ribu kali.
Waluyo mengatakan, bahwa meme postingan itu tidak benar. Paslon dengan foto editan bernama Mas Rusdi sebagai calon bupati dan Cak Imut sebagai cawabup itu dinilai merugikan partai.
Sebab, partainya mengusung paslon Ony-Antok. Selain itu, nomor dua dalam pilkada Ngawi merupakan kotak kosong.
"Harusnya aparat hukum bisa menindak tegas, karena banyak yang membagikan di sosial media," ungkapnya.
Ketua Bawaslu Ngawi Yohanes Pradana Vidya Kusdanarko mengatakan, pihaknya telah mengecek postingan tersebut.
Dia menuturkan unggahan berada di akun meme berkonten hal-hal lucu dan random. Setelah dicek, tidak di Ngawi.
Akan kesulitan untuk melacak. Akun tersebut anonim. Kalau dilaporkan juga cacat formil. Siapa dan di mana tidak jelas.
"Jika parpol ada kebaratan, layangkan langsung ke bersangkutan," ujarnya. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya