Naik perahu saat saat hujan maupun banjir disungai aliran bengawan Solo sudah biasa dilakukan warga Desa Sidolaju, Ngawi.
Kini, mereka tak perlu khawatir lagi. Jembatan Sidolaju yang dibangun Pemkab Ngawi sudah bisa dilewati.
"Sudah hampir selesai, tinggal finishing," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi Mohammad Sadli, Kamis (21/11).
Sadli menyampaikan, jembatan sangat dinanti oleh warga Desa Sidolaju, Ngawi, sejak puluhan tahun lalu.
Sebab, infrastruktur itu akses utama ke jalan nasional, pasar, sekolah, hingga kantor pemerintahan.
Jalur alternatif memutar jauh. Alhasil, tahun ini pemkab membangun jembatan, memudahkan akses warga.
"Saat ini, masyarakat tidak perlu khawatir lagi saat mau menyebrang Bengawan Solo," terangnya.
Manfaat jembatan tidak cuma akan dirasakan ribuan warga Desa Sidolaju. Akses tersebut juga bakal memangkas jarak bagi ribuan warga Desa Gembol, Karanganyar.
''Diharapkan, kegiatan sosial ekonomi masyarakat bisa lebih baik. Akses ke pasar, sekolah, fasilitas kesehatan, dan jalan besar, semakin mudah setelah jembatan itu ada,'' ungkap Sadli.
Diketahui, proyek dikerjakan CV Jasa Karya. Anggaran Rp 10,27 miliar digelontorkan untuk membangun jembatan sepanjang 120 meter dan lebar empat meter itu. (sae/den/*)