NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Anggota komisi IV DPRD Kabupaten Ngawi lakukan inspeksi mendadak (sidak) sejumlah proyek jalan.
Rombongan anggota DPRD Ngawi itu menuju ke lokasi proyek ruas Jalan Ngawi-Jogorogo, hari Senin (25/11).
Proyek Peningkatan infrastruktur Jalan Ngawi - Jogorogo tersebut dibagi dalam tiga paket. Yakni peningkatan Jalan Siliwangi, rekonstruksi Jalan Pandasari-Paron-Teguhan dan rekonstruksi jalan Teguhan-Soco-Jogorogo.
Wakil ketua komisi IV DPRD Ngawi Nur Kholis mengatakan, sidak tersebut bertujuan mengecek langsung progres pekerjaan di lapangan jelang akhir tahun.
Terlebih pekerjaan dengan masa kontrak yang kebanyakan di akhir Desember itu hanya menyisakan waktu beberapa pekan lagi.
"Ada satu pekerjaan yang masih minus, tapi masih bisa terkejar," kata politisi PKS tersebut.
Nur menyampaikan, ruas perbaikan jalan yang minus tersebut yakni Jalan Pandansari-Paron-Teguhan.
Proyek Rp 29,1 miliar yang digarap PT Satwiga Mustika Naga itu masih minus tiga persen. Direncanakan 94 persen, baru terealisasi 91 persen.
Sementara progres peningkatan Jalan Siliwangi yang juga dikerjakan oleh rekanan serupa dengan nilai kontrak Rp 24,3 miliar, sudah sesuai jadwal. Yakni 90 persen.
Sedangkan paket Jalan Teguhan-Soco-Jogorogo yang dikerjakan PT Kalisuruh Karsa Mandiri dengan nilai kontrak Rp 27,5 miliar, surplus lima persen. Dari rencana 87 persen, terealisasi 92 persen.
"Kami minta untuk bisa diselesaikan tepat waktu," terangnya.
Dia menyebutkan terkait kualitas pekerjaan, wakil rakyat melihat secara kasat mata kualitasnya sudah baik. Namun, pihaknya menyoroti musim hujan saat ini.
Pihak pelaksana harus peka terhadap genangan air dampak proyek masuk perkarangan rumah warga. Sebab antara jalan dengan rumah warga saat ini lebih tinggi jalan.
"Sehingga tidak mengganggu aktivitas warga sekitar," pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUPR Ngawi Rachmat Fitrianto mengamini rekonstruksi jalan Pandasari-Paron-Teguhan memang minus.
Keterlambatan bisa dikejar. Sebab masih ada waktu tersisa sekitar satu bulan.
"Keterlambatan tersebut terdapat pada pelebaran jalan cor yang harus dikaitkan dengan besi konstruksi lama, sehingga butuh waktu," ujar Rachmat.
Dia menjelaskan, kekurangan pekerjaan peningkatan jalan Siliwangi saat ini pada pekerjaan pendestrian.
Karena pekerjaan yang menuntut kerapian itu tidak bisa dikebut. Butuh kehati-hatian.
Sedangkan rekonstruksi jalan Teguhan-Soco-Jogorogo, tinggal pekerjaan pemasangan bereman saja.
"Secara umum meskipun hujan tidak ada masalah," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya