NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Akhir tahun 2024 tinggal hitungan hari. Namun catatan capaian investasi di Ngawi belum menggembirakan.
Hingga triwulan ketiga 2024 ini realisasinya baru Rp 1,3 triliun. Masih minus Rp 400 miliar jika dibandingkan capaian 2023.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ngawi Totok Sudaryanto beralasan, laporan investasi ini belum mencakup triwulan ke empat.
Angkanya baru dapat diketahui awal Januari 2025. Pihaknya meyakini nilai penanaman modal melampaui tahun lalu.
"Kami tetap optimistis tahun ini bisa lebih besar dari tahun lalu," ujarnya.
Totok mengatakan, capaian investasi triwulan ketiga sejatinya melebihi dari target rencana pembangunan jangka menengah daerah. Yakni, Rp 800 miliar.
Namun pihaknya ingin tren penanaman modal terus meningkat. Apalagi saat ini ada delapan perusahaan modal asing dan empat dalam negeri yang masuk.
"Dalam proses pembangunan dan pengurusan izin," ujarnya.
Menurut Totok, kenaikan tujuh persen upah minimum kabupaten (UMK) tahun depan tidak akan mengganggu iklim investasi.
Sebab besaran UMK kabupaten ini masih masih terbilang rendah. Yakni, urutan ke-31 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
"Optimistis Ngawi masih menjadi daerah tujuan investasi tahun depan," pungkasnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya