NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Capaian pendapatan yang didapat Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi dari Taman Wisata Tawun tahun ini cukup bagus.
Tak heran jika Disparpora Ngawi mengakhiri tahun ini dengan full senyum. Pendapatan yang dikantongi dari Taman Wisata Tawun tidak mengecewakan.
Menurut catatan disparpora, pendapatan asli daerah (PAD) Ngawi dari sektor wisata dan olahraga surplus 10,89 persen dari target Rp 878 juta.
"Realisasinya Rp 974 juta," kata Kepala Disparpora Ngawi Wiwien Purwaningsih, Rabu (25/12).
Wiwien mengatakan, Taman Wisata Tawun menyumbang PAD terbesar bagi Ngawi untuk sektor wisata dan olahraga.
Persentasenya 85,3 persen atau Rp 831 juta. Selebihnya dari retribusi alun-alun Merdeka, GOR Bung Hatta, dan Stadion Ketonggo.
"Sumbangan ketiga lokasi itu Rp 143 juta," ujarnya.
Taman Wisata Tawun menjadi ujung tombak meraup pundi-pundi PAD Ngawi. Apalagi setelah tarif tiket masuk objek wisata itu naik dua lipat dari awalnya Rp 5 ribu per orang.
Sebelum ada kenaikan tarif, realisasi PAD-nya hanya sekitar Rp 620 juta. Kendati demikian, Wiwien menilai efek dari peningkatan tarif belum begitu terasa bagi PAD.
Sebab, masyarakat belum terbiasa dengan harga tiket anyar yang diberlakukan di Taman Wisata Tawun mulai bulan Januari 2024
"Tahun depan harapannya bisa lebih maksimal," terangnya.
Ihwal perbaikan menyeluruh di objek wisata tersebut, Wiwien menyebut belum dapat dilaksanakan tahun depan.
Selain tidak ada anggaran, pihaknya harus menggandeng Pemdes Tawun. Sebab sejumlah areanya merupakan aset desa.
"Bangunan yang rusak seperti panggung dan pendapa berada di tanah aset desa," pungkasnya. (sae/cor)
CAPAIAN PAD NGAWI DARI SEKTOR WISATA-OLAHRAGA
Tahun 2024
Rp 974 juta
Tahun 2025
Rp 878 juta
TAMAN TAWUN 2024
Rp 831 juta
TAMAN TAWUN 2023
Rp 620 juta
(Sumber: Disparpora Ngawi)
Editor : Budhi Prasetya