NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Upaya penanggulangan stunting di Mojo, Bringin, Ngawi, tidak hanya dilakukan melalui alokasi anggaran resmi atau Dana Desa.
Hal ini seperti yang dilakukan oleh Kepala Desa Mojo Subianto yang berinisiatif membantu warga yang memiliki balita.
Belasan warga mendapatkan bantuan berupa makanan tambahan. "Bantuan ini khusus untuk ibu hamil dan orang tua yang memiliki balita," ungkapnya.
Inisiatif tersebut bertujuan untuk menunjukkan bahwa penanggulangan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
Stunting merupakan masalah yang harus ditangani bersama, melibatkan semua kalangan, termasuk masyarakat.
"Dengan begitu, siapa saja dapat berkontribusi aktif dalam membantu sesama," jelasnya.
Subianto mengundang sejumlah warga, terutama yang tinggal di sekitar desa, untuk menerima bantuan tersebut.
Ini dilakukan agar penanganan dan pencegahan stunting dapat lebih maksimal.
"Penanganan stunting tidak bisa hanya bergantung pada program dan anggaran dari pemerintah, karena Dana Desa juga digunakan untuk berbagai kebutuhan lain," tuturnya.
Dalam pembagian bantuan tersebut, Subianto didampingi oleh ketua PKK Desa Mojo, beberapa kader, dan bidan desa.
Mereka berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga.
"Semoga kegiatan ini dapat diadopsi oleh warga lain dan berlanjut secara kontinyu," harapnya.
Meskipun tingkat stunting di Desa Mojo terbilang rendah, Pemdes tetap berupaya agar angka stunting tidak meningkat.
Oleh karena itu, ketua PKK bersama kepala desa dan bidan desa juga memberikan arahan kepada orang tua.
"Kami memberi informasi tentang cara memilih dan menyiapkan makanan bergizi agar dapat diterapkan di rumah," jelasnya.
Subianto juga berharap agar pemerintah daerah Kabupaten Ngawi terus berupaya menanggulangi stunting.
Khususnya di wilayah pedesaan yang masih membutuhkan banyak pengarahan. "Semoga prevalensi stunting di Ngawi semakin menurun," pungkasnya. (rio/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani