NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Pemerataan pembangunan, khususnya akses jalan poros di Desa Begal, Kecamatan Kedunggalar, terus diupayakan oleh pemdes setempat.
Saat ini, sekitar 30 persen jalan poros masih belum terealisasi, namun Pemdes menargetkan sisa pembangunan tersebut selesai pada tahun 2025 mendatang.
Hal ini disampaikan oleh Yusuf Setyono, kepala Desa Begal.
"Sejak dimulai pada tahun 2017, pavingisasi jalan sudah mencapai 70 persen dari target yang ditentukan," ujarnya.
Pavingisasi ini mencakup jalan poros serta jalan-jalan kecil di perkampungan.
Yusuf menjelaskan bahwa pemilihan material paving lebih efektif dan efisien dibandingkan menggunakan cor beton.
"Karena wilayah pembangunan yang tersebar, paving menjangkau banyak titik dan meratakan pembangunan," jelasnya, sambil menambahkan bahwa anggaran lebih efisien.
Keputusan untuk menggunakan paving juga didasari pada kesepakatan dalam Musyawarah Desa (Musdes).
Selain lebih hemat dalam hal biaya perawatan, paving juga dianggap lebih mudah dalam perawatannya.
Beberapa jalan yang mengakses area pertanian pun turut dipaving.
"Beberapa titik kami bangun tanggul (TPT) terlebih dahulu untuk mengurangi risiko erosi," tambahnya.
Baca Juga: Fokus Tekan Stunting di Ngawi, Pemdes Mojo Juga Gencarkan Pemberian Bantuan
Kepala Desa Begal juga mengungkapkan bahwa sejumlah jalan pertanian yang telah selesai dibangun tanggulnya kini sudah berfungsi dengan baik.
Angkutan pertanian, baik pickup maupun truk, dapat melintas dengan lancar.
"Hal ini juga berdampak pada penurunan ongkos transportasi, yang tentunya akan meningkatkan margin keuntungan petani," ungkapnya.
Pada tahun anggaran 2025, Pemdes Desa Begal masih memprioritaskan pembangunan jalan, mengingat masih banyak titik yang membutuhkan pavingisasi.
Pihaknya berharap rencana tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (rio/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani