NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Pemdes Begal, Kecamatan Kedunggalar, terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian di wilayahnya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan jalan akses menuju sawah warga serta sejumlah pelatihan untuk kelompok tani.
"Skala prioritas kami adalah pembangunan jalan usaha tani, dan saat ini sudah dilakukan pembangunan tanggul penahan tanah (TPT)," ungkap Yusuf Setyono, Kepala Desa Begal.
Kepala Desa menjelaskan bahwa tim pelaksana kegiatan setempat baru-baru ini telah menyelesaikan pembangunan jalan di Dusun Begal, Desa Begal.
Jalan yang mengarah ke area persawahan warga kini sudah bisa berfungsi dengan baik.
"Meskipun sementara ini masih berupa talud, jalan sudah cukup kuat untuk dilalui," katanya.
Dia menambahkan bahwa penyempurnaan jalan ke tahap selanjutnya akan disesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan yang ada.
Padi merupakan komoditas utama di sektor pertanian di Begal.
Selain pembangunan jalan usaha tani yang lebih memadai, Pemdes juga mendorong kelompok tani melalui program Sumber Daya Manusia (SDM).
Salah satunya dengan mengadakan pelatihan pertanian berkelanjutan ramah lingkungan (PRLB).
"Pelatihan ini mencakup pembuatan mol yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu," ujar Yusuf.
Antusiasme petani dalam mengikuti pelatihan cukup tinggi, dan kini sebagian dari mereka sudah mulai menerapkan teknik pertanian organik.
Yusuf berharap agar PRLB dapat diadopsi oleh lebih banyak petani, mengingat masih ada sebagian petani yang cenderung menggunakan pupuk kimia.
"Pemdes terus mendorong dan memfasilitasi agar PRLB dapat diterapkan secara merata," jelasnya.
Anggota kelompok tani juga sudah mulai memberikan contoh penerapan PRLB. Kepala Desa berharap agar teknik ini bisa ditularkan kepada petani lain.
"Pemdes menganggarkan Rp 10 juta dari Dana Desa untuk kelompok tani, untuk menunjang pembuatan pupuk organik dan bahan-bahan," pungkasnya. (rio/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani