Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Dihantui Cuaca Ekstrem, Kunjungan Wisata Selama Libur Nataru di Lereng Gunung Lawu Tetap Naik

Asep Syaeful • Jumat, 27 Desember 2024 | 20:15 WIB

LIBUR NATARU: Kondisi pintu masuk wisata Kebun Teh Jamus, Ngawi, yang berada di lereng Gunung Lawu, Kamis (26/12).
LIBUR NATARU: Kondisi pintu masuk wisata Kebun Teh Jamus, Ngawi, yang berada di lereng Gunung Lawu, Kamis (26/12).
 

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi - Kunjungan wisata sejumlah destinasi di Ngawi selama momen libur Nataru (Natal dan tahun baru) mulai naik.

Padahal, momen libur Nataru jelang pergantian tahun itu selama ini identik dengan fenomena alam yang lekat dengan cuaca ekstrem.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Ngawi Wiwien Purwaningsih mengatakan, kenaikan kunjungan wisata terpantau sejak Rabu (25/12) lalu.

''Kenaikan belum signifikan, sekitar 25 persen. Khususnya destinasi di lereng Gunung Lawu,'' kata Wiwien kemarin (26/12).

Dia memperkirakan, puncak kunjungan wisata terjadi saat akhir pekan,  28 - 29 Desember mendatang. Sebab, kemungkinan banyak perantau yang pulang jelang tahun baru.

''Besok (Jumat 27 Desember 2024,Red) masih banyak yang masuk kerja," ungkapnya.

Banyak hal yang perlu diwaspadai saat libur Nataru nanti jika merujuk pada peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG.

BMKB menyebut jika dinamika atmosfer belakangan ini menunjukkan perubahan yang signifikansi. Hal itu berdampak munculnya potensi peningkatan curah hujan.

Mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, Disparpora Ngawi telah menyebar surat himbauan terhadap pengusaha destinasi wisata untuk waspada khususny saat momen libur Nataru.

Mengingat potensi cuaca ekstrem bisa menimbulkan dampak negatif berupa bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

"Kami akan ikut pemantauan dan pengawasan yang ketat terhadap destinasi wisata untuk memastikan keamanan pengunjung," ujar Wiwien.

Dia menekankan, pihak pengelola wisata wajib memastikan keamanan dengan papan himbauan atau petunjuk titik rawan bahaya. Pun, titik kumpul evakuasi.

"Selalu waspada terhadap bencana dan selalu pantau informasi terkini," ujarnya.

Soal kemungkinan lonjakan wisatawan, disparpora juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Pembatasan jumlah pengunjung dan rekayasa lalu lintas bakal dilakukan.

"Sinergi dan kolaborasi terus dilakukan selama momen nataru ini," pungkasnya. (sae/den)

Editor : Budhi Prasetya
#wisata #libur nataru #lereng gunung lawu #cuaca ekstrem #ngawi #bmkg