Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Ratusan Ekor Sapi di Ngawi Terjangkit PMK, Temuan Kasus Tertinggi di Kecamatan Widodaren, DPP : Peternak Perlu Sabar

Asep Syaeful • Kamis, 2 Januari 2025 | 21:00 WIB

MEREBAK LAGI : Temuan kasus PMK di Ngawi kembali marak belakangan ini. Puluhan ekor sapi diduga terinfeksi penyakit ini dilaporkan mati.
MEREBAK LAGI : Temuan kasus PMK di Ngawi kembali marak belakangan ini. Puluhan ekor sapi diduga terinfeksi penyakit ini dilaporkan mati.
 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Angka temuan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Ngawi terus bergerak.

Dinas perikanan dan peternakan (DPP) Ngawi berupaya menekan penambahan jumlah kasus PMK yang menyerang hewan ternak milik warga.

Menurut catatan yang dimiliki dinas perikanan dan peternakan setempat, total ada 492 ekor sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku tersebut.

Dari jumlah tersebut, 57 ekor sapi mati dan 379 ekor masih dalam perawatan. Sementara sisanya dinyatakan sembuh.

Kecamatan Widodaren menjadi wilayah dengan kasus PMK tertinggi. Yakni sebanyak 131 ekor sapi terinfeksi dengan tiga di antaranya mati.

Kabid Kesehatan Hewan DPP Ngawi Supriyanto mengklaim terus melakukan penanganan intensif terkait penyakit yang menyerang hewan ternak warga tersebut.

Seluruh petugas kesehatan hewan dikerahkan, baik dokter hewan PNS maupun mandiri. Mereka membantu proses pengobatan sapi yang terjangkit PMK.

"Pengobatan dilakukan secara maksimal agar tingkat fatalitas bisa diminimalkan,” katanya kemarin (1/1).

Supriyanto menerangkan, pengobatan dilakukan dengan membersihkan luka di kaki dan mulut sapi.

Selain itu memberikan perangsang nafsu makan. Masa inkubasi virus PMK berlangsung selama 1–14 hari.

Masa kritis biasanya terjadi pada hari ketujuh hingga ke-21. Setelah melewati masa kritis, sapi berangsur pulih jika mendapatkan perawatan yang tepat.

"Peternak perlu sabar dan mengikuti saran dokter hewan. Dengan perawatan yang cermat, sapi bisa sembuh,” jelasnya.

Selain pengobatan, DPP Ngawi juga menggencarkan edukasi kepada para peternak. Mereka diminta tidak panik menjual ternaknya dengan harga tidak wajar.

Supriyanto mengingatkan bahwa PMK yang menyerang hewan ternak seperti sapi dapat disembuhkan.

"Momen ini sering dimanfaatkan oleh oknum untuk memprovokasi peternak untuk menjual sapi dengan harga murah,” tuturnya.

DPP berharap para peternak tetap tenang. Selain itu mengikuti panduan yang diberikan oleh petugas kesehatan hewan.

Langkah tersebut penting untuk mengurangi dampak ekonomi dan mencegah persebaran kasus lebih luas.

"Dengan perawatan yang baik, banyak sapi yang terbukti bisa sembuh,” pungkas Supriyanto. (sae/cor)

 

KASUS PMK DI NGAWI

Total 492 ekor sapi terjangkit

Sebanyak 56 ekor sapi sembuh

Tercatat 57 ekor sapi mati

Sementara 379 ekor sapi dalam perawatan

 

(Sumber: DPP Ngawi per 1 Januari 2025)

Editor : Budhi Prasetya
#sapi #penyakit mulut dan kuku #ngawi #pmk #hewan ternak