Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Buntut Jalan Licin di Sekitar Pembangunan Pabrik Mainan, Komisi IV DPRD Ngawi Rekomendasikan Stop Sementara Aktivitas Kendaraan Proyek

Asep Syaeful • Rabu, 8 Januari 2025 | 20:30 WIB

Ilustrasi Foto : Komisi IV DPRD Ngawi menginspeksi proyek pabrik mainan di Desa/Kecamatan Geneng buntut insiden kecelakaan beruntun, Selasa 7 Januari 2025.
Ilustrasi Foto : Komisi IV DPRD Ngawi menginspeksi proyek pabrik mainan di Desa/Kecamatan Geneng buntut insiden kecelakaan beruntun, Selasa 7 Januari 2025.
 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Permasalahan jalan licin diduga akibat ceceran lumpur di sekitar lokasi pembangunan pabrik mainan di Ngawi menarik perhatian angota DPRD.

Komisi IV DPRD Ngawi melakukan inspeksi proyek pembangunan pabrik mainan di Desa/Kecamatan Geneng, hari Selasa 7 Januari 2025.

Kunjungan ke PT GFT Indonesia Invesment itu merespons keluhan masyarakat ihwal jalan licin yang dituding kerap mengakibatkan kecelakaan.

Diberitakan sebelumnya, warga mengungkapkan kecelakaan lalu lintas sering terjadi di ruas Jalan Raya Ngawi-Maospati tersebut.

Mereka mnilai ceceran lumpur yang berasal dari aktivitas kendaraan proyek pembangunan pabrik mainan itu membuat jalan licin.

Banyak pengendara sepeda motor yang menalami kecelakaan di ruas jalan nasional itu. Terakhir adalah pengendara motor yang terjatuh dan menyebabkan kecelakaan beruntun beberapa waktu lalu.

Warga sekitar meminta pemerintah daerah bersikap. Bahkan warga mengancam bakalmelakukan demonstrasi jika tidak ada tindakan tegas.

Keluhan yang disampaikan warga itu direspon Komisi IV DPRD Ngawi. Itu dibuktikan dengan inspeksi yang dilakukan sejumlah anggota legislatif setempat.

"Kendaraan yang keluar seharusnya bersih agar lumpur tidak terbawa ke jalan,’’ kata Ketua Komisi IV DPRD Ngawi Feligia Agit Hendiadi.

Menurut Agit, lumpur dari kendaraan proyek yang keluar-masuk area pembangunan masih banyak tercecer di jalan.

Penyebabnya antara lain kurangnya upaya pembersihan kendaraan sebelum keluar lokasi proyek. Selain itu tidak ada fasilitas water trap di pintu keluar.

Pihaknya juga menyoroti tiadanya rambu peringatan proyek pembangunan. Pun, papan informasi tentang durasi pelaksanaan proyek.

"Ada beberapa kewajiban sesuai dokumen andalilin (analisis dampak lalu lintas, Red) yang belum dilaksanakan perusahaan,’’ ujarnya. 

Komisi IV merekomendasikan penghentian sementara aktivitas kendaraan keluar-masuk proyek hingga semua kewajiban dipenuhi.

Meliputi pemasangan water trap, rambu peringatan, hingga kamera pengawas di area proyek.

"Jika semua sudah dipenuhi, barulah operasional kendaraan proyek bisa dilanjutkan,’’ tegasnya. 

Pembangunan pabrik mainan PT GFT Indonesia Investment sudah berlangsung sejak Agustus tahun lalu.

Dewan berharap proyek tersebut dapat berjalan, dengan tetap mengutamakan keselamatan.

"Keselamatan warga adalah prioritas utama,’’ pungkas politikus PDI Perjuangan tersebut. (sae/cor/*) 

Editor : Budhi Prasetya
#jalan licin #Kecelakaan beruntun #proyek #kecelakaan #ngawi #pabrik mainan