Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

YPSDI Harum Ngawi Luncurkan Tahsin Bersanad Al-Qur’an Metode Ali, Berikut Sederet Keunggulannya

Mizan Ahsani • Senin, 13 Januari 2025 | 22:11 WIB
YPSDI resmi meluncurkan program Tahsin Bersanad Al-Qur’an Metode Ali (QMA) dalam acara di gedung pertemuan Notosuman, Ngawi.
YPSDI resmi meluncurkan program Tahsin Bersanad Al-Qur’an Metode Ali (QMA) dalam acara di gedung pertemuan Notosuman, Ngawi.

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Yayasan Pendidikan Sosial dan Dakwah Islam (YPSDI) Harapan Umat (Harum) Ngawi terus berinovasi meningkatkan kualitas pembelajaran membaca Al-Qur’an.

Sabtu (12/1), YPSDI resmi meluncurkan program Tahsin Bersanad Al-Qur’an Metode Ali (QMA) dalam acara di gedung pertemuan Notosuman, Ngawi.

Ketua YPSDI Harum Ngawi Murtoyo menjelaskan bahwa metode QMA diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan lebih baik.

"QMA sejalan dengan visi kami untuk mencetak santri dan siswa yang berkualitas dalam membaca Al-Qur’an," ujarnya.

Murtoyo menambahkan, penerapan QMA merupakan hasil keputusan bersama yang melibatkan orang tua, pengurus yayasan, dan dewan guru.

Program ini juga akan mulai diterapkan pada tahun ajaran baru mendatang.

YPSDI resmi meluncurkan program Tahsin Bersanad Al-Qur’an Metode Ali (QMA) dalam acara di gedung pertemuan Notosuman, Ngawi.
YPSDI resmi meluncurkan program Tahsin Bersanad Al-Qur’an Metode Ali (QMA) dalam acara di gedung pertemuan Notosuman, Ngawi.

Metode Baru yang Lebih Efektif

Erwan Agus Susanto, Master Trainer QMA, menjelaskan bahwa metode ini dirancang agar siswa melewati tiga level pembelajaran:

TK – Bisa membaca Al-Qur’an.

SD – Lancar membaca Al-Qur’an.

SMP – Fasih membaca Al-Qur’an.

"Setelah siswa fasih membaca, mereka akan diarahkan untuk mulai menghafal Al-Qur’an," jelasnya.

Untuk mendukung implementasi QMA, enam guru YPSDI Harum Ngawi akan menjalani pembekalan intensif selama enam hari di lembaga QHS Baity Kuttabi, Solo.

Guru-guru ini akan dilatih menjadi master trainer yang nantinya akan mendampingi rekan-rekan guru lainnya dalam proses pembelajaran.

Evaluasi Berkelanjutan

Murtoyo memastikan bahwa metode QMA akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya.

Selain itu, guru-guru YPSDI juga akan mendapatkan pendampingan harian secara online untuk memaksimalkan pelaksanaan metode ini.

Dengan metode ini, YPSDI menjadi pionir penerapan QMA di Jawa Timur, memberikan harapan besar untuk mencetak generasi unggul dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an. (rio/naz/*)

Editor : Mizan Ahsani
#Menghafal #pembelajaran #ngawi #Al-Qur'an