NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Wabah penyakit mulut dan kuku terus menghantui warga yang memiliki hewan ternak.
Satu per satu sapid an kambing milik warga Ngawi dilaporkan mati diduga akibat terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK).
Bangkai hewan ternak tersebut dikubur untuk mencegah penularan yang lebih masif. Lantaran jumlahnya tak sedikit, mereka menggunakan alat berat.
Seperti terlihat dalam rekaman video yang beredar viral di media sosial belakangan ini. Dua ekor sapi di dikubur dengan bantuan ekskavator.
Informasi yang dihimpun, dua sapi itu milik Jarwo. Warga Desa/Kecamatan Kendal, Ngawi itu sebelumnya juga kehilangan empat ekor kambingnya akibat PMK.
"Sapi saya yang lain juga masih sakit,’’ kata Jarwo, Kamis 16 Januari 2025.
Bukan hanya Jarwo yang dirugikan penyakit mulut dan kuku yang kembali merebak sejak akhir tahun 2024 itu.
Dalam empat hari terakhir, sembilan ekor sapi dan empat ekor kambing milik tetangganya juga mati mendadak.
Warga setempat sepakat untuk segera mengubur bangkai ternak demi mencegah penyebaran virus.
"Karena jumlahnya banyak, kami menyewa alat berat dengan biaya Rp 400 ribu per lubang,’’ ujarnya.
Iwan, warga lainnya, menilai virus PMK kali ini sangat cepat menyebar. Sekaligus menyebabkan kematian mendadak pada ternak.
"Sudah ada tiga lokasi penguburan dengan alat berat. Bukan hanya sapi, kambing juga ikut terserang PMK,’’ ucapnya.
Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Ngawi mencatat 736 ekor sapi telah terinfeksi PMK. Dari jumlah tersebut, 116 ekor mati, sementara 440 lainnya sembuh.
Perangkat daerah itu mulai melakukan vaksinasi. Setelah menerima 3.500 dosis vaksin dari Pemprov Jawa Timur.
"Hari ini (kemarin, Red) mulai vaksinasi di Kecamatan Sine dan Geneng. Fokusnya pada sapi-sapi yang masih sehat,’’ ungkap Kabid Kesehatan Hewan DPP Ngawi Supriyanto. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya