NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Banjir menggenangi sejumlah wilayah pada hari Selasa malam 21 Januari 2025.
Kondisi itu membuat Yatinem, warga Desa Ngale, Paron, Ngawi tidak bisa memejamkan mata.
Hujan sejak sore yang tidak kunjung reda pada hari itu membuat banjir merendam rumahnya.
"Air mulai masuk rumah sekitar 03.00,’’ kata Yatinem.
Luapan air terus masuk rumah, maklum rumah Yatimen berada tak jauh dari sudetan Bengawan Solo.
Dia memutuskan mengungsi ke tetangga yang aman pada pukul 05.00 WIB. Barang-barang berharga turut dibawa.
"Panik, perabotan saya taruh di atas lemari,’’ ungkapnya.
Menurut Yatimen, luapan Bengawan Solo kali ini termasuk parah. Biasanya, cuma sampai jalan lingkungan setempat. Terkini, ketinggian air mencapai satu meter lebih.
"Sedada orang dewasa, ternak ayam yang tidak terbawa banyak yang mati akhirnya," ujarnya.
Wandi, 43, ketua RT setempat, menyebutkan bahwa tujuh rumah terendam air setinggi sekitar dua meter.
Dia berhitung, ada 10 kepala keluarga (KK) dengan 40 jiwa terdampak banjir dan berhasil dievakuasi.
"Ini yang terparah sejak banjir besar pada 2007 lalu,’’ kata Wandi.
Banjir yang datang malam hari berakibat kepanikan luar biasa. Sejumlah warga mengungsi ke rumah tetangga dan mushola.
Barang berharga, kasur, dan benda-benda elektronik, diselamatkan secara gotong royong.
"Banjir datang setelah hujan dua hari, masih khawatir banjir susulan karena cuaca ekstrem,’’ ungkapnya.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan Wabup Ngawi Dwi Rianto Jatmiko datang ke lokasi yang tergenang luapan air sungai aliran Bengawan Solo.
Mereka menyebar ke berbagai daerah yang terdampak. Sebab berdasarkan pendataan BPBD Ngawi, total ada 17 desa di tujuh kecamatan yang terdampak banjir (selengkapnya lihat grafis).
"Kami pantau, sudah mulai surut,’’ kata Ony.
Rombongan Ony meninjau banjir di Dusun Pilanggarem, Pelang Lor, Kedunggalar. Sebanyak 63 KK di sana terisolir.
Buntut satu-satunya jalan penghubung terendam air. Perahu menjadi satu-satunya sarana yang bisa dipakai untuk menjangkau kawasan tersebut.
"Kami pastikan pasokan makanan dan minuman aman untuk warga terdampak,’’ ujarnya.
Sementara itu, dapur umum telah didirikan di beberapa titik terdampak. Seperti di Desa Ngale, Paron, dan Desa Cantel, Pitu. Agar, kebutuhan warga mengungsi tercukupi. (sae/den)
7 KECAMATAN KENA LUAPAN BENGAWAN SOLO
Mantingan
- Desa Jatimulyo
- Desa Mantingan
- Desa Sambirejo
- Desa Pengkol
Karanganyar
- Desa Sriwedari
- Desa Karanganyar
Widodaren
- Desa Kauman
- Desa Karangbanyu
Kedunggalar
- Desa Pelang Lor
- Desa Kedunggalar
- Desa Kawu
Paron
- Desa Ngale
Pitu
- Desa Cantel
- Desa Karanggeneng
- Desa Papungan
Ngawi
- Desa Grudo
- Kelurahan Margomulyo
Total Terdampak
- 234 KK
- 289 hektare sawah
Editor : Budhi Prasetya