NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Program makan bergizi gratis yang digagas pemerintah pusat disejumlah daerah digelar serentak sejak tanggal 6 Januari 2025 lalu.
Namun di Ngawi, pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) baru digelar perdana pada hari Senin 17 Februari 2025.
Meski ada sedikit kendala dalam distribusi paket MBG ke 28 sekolah, namun pelaksanaan program pada hari pertama itu diapresiasi ketua DPRD setempat.
Namun memang perlu adanya evaluasi agar pelaksanaan program makan bergizi gratis tersebut dapat berjalan baik.
Bergulirnya MBG di Ngawi ternyata sempat membuat pengelola kantin sekolah khawatir. Seperti yang dirasakan Puji Lestari, salah satu pengelola kantin di SMPN 05 Ngawi.
"Kalau ini (MBG, red) berjalan, nasib para penjual makanan di kantin sekolah bagaimana," tanyanya, Selasa 18 Februari 2025.
Puji mengatakan bahwa sejatinya mereka tidak menolak program makan bergizi gratis. Namun penyalurannya harus diperhatikan.
Jika memang itu untuk makan siang, maka penyalurannya siang hari. Agar para siswa tetap jajan di jam istirahat pertama. Apalagi tidak semua siswa sarapan dari rumah.
"Kalau dibagikan pagi, nanti nasi di kantin tidak ada yang laku," terangnya.
Armiana, penjual lainnya, juga waswas. Dia berharap jadwal pendistribusian MBG konsisten untuk makan siang.
Artinya masih ada peluang menyediakan sarapan untuk anak-anak. Sebab memang tidak semua siswa sarapan dari rumah. Biasanya dia bisa menjual hingga 50 bungkus lebih dalam satu hari.
"Kalau diberi makan gratis tidak apa-apa, tapi dibagikannya jangan pagi, nanti dagangan kami tidak laku," ujarnya. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya