NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Duet Ony Anwar Harsono dan Dwi Rianto Jatmiko kembali memimpin Bumi Orek-orek selama lima tahun kedepan.
Itu setelah duet petahana itu ditetapkan sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilkada Ngawi 2024.
Hari ini, Ony Anwar Harsono dan Dwi Rianto Jatmiko dilantik menjadi bupati dan wakil bupati oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Ngawi periode 2025–2030 Ony-Antok dihadapkan tantangan efisiensi anggaran.
"Setelah pelantikan besok (Kamis 20 Februari 2025, red), bupati dan wabup harus kerja ekstra keras,’’ kata Syamsul Wathoni, pengamat kebijakan dan politik, Rabu 19 Februari 2025.
Toni, sapaannya, menilai bahwa penghematan harus disikapi bijak. Kepentingan masyarakat tak boleh dikorbankan.
"Pengeratan ikat pinggang memang perlu, tapi jangan sampai mengorbankan rakyat kecil,” ujarnya.
Beberapa langkah strategis bisa diambil. Pemkab Ngawi perlu memberi contoh perilaku irit alias tidak boros dalam penggunaan anggaran.
Seperti, memangkas pengeluaran internal tanpa menyentuh program berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
"Pejabat harus mencontohkan terlebih dahulu," ungkap dosen Insuri Ponorogo itu.
Menciptakan inovasi pendanaan program juga penting dalam situasi keuangan daerah seperti saat ini.
Pemkab tidak boleh bergantung anggaran pemerintah. Tetapi, perlu melirik pendanaan alternatif. Misal, program partisipatoris yang melibatkan masyarakat dan dunia usaha.
"Juga bisa dengan menggenjot pendapatan asli daerah," ucap Toni.
Dia mengingatkan, efisiensi anggaran yang terlalu ketat berpotensi dampak negatif bagi perekonomian.
Langkah antisipasi potensi resesi penting untuk dipikirkan.
“Kalau tidak diantisipasi, bisa saja nanti banyak warga kelas menengah menjadi kelas miskin. Itu yang harus dicegah sejak awal,” ungkapnya. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya