NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan infrastruktur yang memanfaatkan anggaran dari pemerintah pusat berpotensi terdampak efisiensi anggaran.
Alokasi duit untuk pembangunan infrastuktur di Ngawi yang terkenda pemangkasan atau efisiensi anggaran itu diketahui bersumber dana alokasi khusus (DAK) fisik.
Hal itu disampaikan oleh kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat, Mohammad Sadli
"Perbaikan jalan dari DAK fisik kena efisiensi anggaran, totalnya Rp 136 miliar," ucapnya, Rabu 19 Februari 2025.
Menurutnya, sedikitnya ada enam paket perbaikan jalan yang menggunakan anggaran dari DAK fisik yang gagal dilaksanakan pada tahun ini.
Enam ruas jalan gagal perbaikan itu yakni Jalan Bangunrejo-Gembol, Jalan Gembol-Karanganyar, dan lainnya (selengkapnya lihat grafis).
Sadli menuturkan, kerusakan beberapa jalan tersebut cukup parah. Sehingga, harus rekonstruksi.
"Sesuai rencana, rigid beton agar lebih tahan lama," bebernya.
Karena gagal rekonstruksi tahun ini, akan dicoba pemeliharaan rutin. Khususnya titik rusak agar tidak membahayakan pengendara.
Sebab, keenam jalan itu merupakan akses masyarakat di daerah pinggiran Ngawi.
"Nanti hanya bisa tambal sulam," pungkasnya. (sae/den)
KERUSAKAN JALAN DI NGAWI BATAL DIPERBAIKI
Jalan Bangunrejo-Gembol
Jalan Gembol-Karanganyar
Jalan Pandean-Komplang
Jalan Karangjati-Rejuna
Jalan Rejuna-Pengkolan
Jalan Pengkolan-Lombok
Editor : Budhi Prasetya