Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Rencana Perbaikan Pasar Hewan Ngawi Tahun Ini Batal, DPPTK : Terpaksa Ditunda Karena...

Asep Syaeful • Jumat, 14 Maret 2025 | 23:15 WIB
GAGAL DIPERBAIKI TAHUN INI: Aktivitas perdagangan ternak di Pasar Hewan Ngawi beberapa waktu lalu.
GAGAL DIPERBAIKI TAHUN INI: Aktivitas perdagangan ternak di Pasar Hewan Ngawi beberapa waktu lalu.

NGAWIJawa Pos Radar Madiun – Mimpi Pemkab Ngawi memiliki pasar hewan yang representatif harus ditunda sementara waktu.

Itu lantaran perbaikan Pasar Hewan Ngawi yang baru direncanakan dilakukan pada tahun ini batal.

Kabid Bina Konstruksi DPUPR Ngawi Yesi Widyarti pun terang-terangan menyebut alasan dibatalkannya rencana proyek miliaran rupiah itu.

"Karena adanya efisiensi anggaran, revitalisasi Pasar Hewan Ngawi gagal tahun ini,’’ ucapnya, Kamis 14 Maret 2025.

Sebelumnya, Pasar Hewan Ngawi memang direncanakan bakal diperbaiki tahun 2025 ini.

Itu setelah DPPTK Ngawi mengaku mendapat keluhan sejumlah pedagang terkait kondisi sentra jual beli hewan tersebut.

Pihak DPPTK pun mengajukan usulan perbaikan Pasar Hewan Ngawi tersebut ke DPUPR. 

Rencana revitalisasi yang diusulkan DPPTK itu menyedot anggaran cukup besar, mencapai belasan miliar rupiah.

"Rencana anggaran Rp 16 miliar,’’ ungkap Yesi.

Penundaan revitalisasi atau perbaikan Pasar Hewan Ngawi itu tentu membuat harapan para pedagang ambyar.

Keinginan mereka bisa melakukan transaksi jual beli dengan layak gagal terwujud tahun ini.

"Terpaksa ditunda, tidak tahu anggaran tahun depan seperti apa," sebut Yesi. 

Diberitakan sebelumnya, catatan Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi, sekitar 80 persen bangunan rusak.

Mulai dari lapak, kios, hingga kantor pasar Hewan Ngawi diklaim tidak lagi layak digunakan.

Kepala DPPTK Ngawi Kusumawati Nilam mengungkapkan bahwa banyak pedagang mengeluhkan kondisi pasar.

Terutama pada bagian lapak tempat menaruh hewan ternak. Lantai yang berlubang dan rusak kerap membuat sapi terjatuh hingga cedera. Itu berdampak ke harga jual.

"Kondisinya memang sangat tidak layak. Selain rusak, kemiringan lantai juga tidak sesuai standar, sehingga membuat sapi mudah jatuh," jelas Nilam.

Transaksi jual beli di Pasar Hewan Ngawi cukup besar. Pedagang dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah bertemu.

"Sebagai daerah perbatasan, Pasar Hewan Ngawi menjadi tujuan utama pedagang dan pembeli antarprovinsi. Maka, pasar ini harus dibuat lebih representatif,’’ ujar Nilam. (sae/den)

Editor : Budhi Prasetya
#revitalisasi #ngawi #efisiensi anggaran #pasar hewan #Perbaikan