Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ingat! Harga Gabah Kering Panen Minimal Rp 6.500/Kilogram, Pembelian di Bawah Banderol Segera Lapor PPL  

Asep Syaeful • Selasa, 8 April 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi Foto : Aktivitas petani Ngawi. Kewenangan penyuluh pertanian lapangan atau PPL bakal dihandle pemerintah pusat.
Ilustrasi Foto : Aktivitas petani Ngawi. Kewenangan penyuluh pertanian lapangan atau PPL bakal dihandle pemerintah pusat.

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Perum Bulog Kanwil Jawa Timur terus berupaya mengawal kebijakan penyerapan gabah kering panen (GKP).

Pun, mereka tak lupa dengan harga yang dipatok pemerintah pusat yakni minimal Rp 6.500 per kilogram GKP pada musim panen raya ini.

Sebab dari total kuota tiga juta ton daya serap bulog seluruh Indonesia, sebanyak 593 ribu ton khusus untuk kuota Jawa Timur.

Dari total potensi produksi padi Jawa Timur yang mencapai sembilan juta ton, tertinggi se-Indonesia.

Hal itu ditegaskan langsung oleh Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto.

"Jadi, Jawa Timur ini merupakan barometer nasional untuk penyerapan gabah harga minimal Rp 6.500 per kilogram," ucapnya, Senin 7 April 2025.

Sudarsono menyampaikan bahwa hingga saat ini Bulog Kanwil Jawa Timur telah menyerap 152 ribu ton atau 25 persen dari kuota.

Dia mengatakan seluruh personil terus berupaya menjadwal bersama dengan stakeholder setempat untuk panen harian.

Agar harga GKP di bawah bisa terkontrol. Walaupun tidak semua bisa diserap oleh bulog, namun pedagang atau tengkulak tidak ngawur saat membeli GKP petani.

"Apalagi di Ngawi secara kualitas kadar airnya sedikit, artinya kualitasnya bagus," terangnya.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu mengatakan bahwa proses penjadwalan penyerapan di lapangan kolaborasi dengan berbagai stakeholder.

Mulai pemerintah kecamatan, babinsa, babinkamtibmas, hingga petugas penyuluh lapangan (PPL). Bahkan, proses penyerapan dilakukan 24 jam.

Dia mewanti-wanti jika petani mendengar tren pembelian di bawah Rp 6.500 per kilogram, segera lapor PPL untuk dijadwalkan penyerapan. Agar harganya terkontrol.

"Walaupun memang menjelang Lebaran kemarin banyak pedagang yang membeli di bawah Rp 6.000 per kilogram, karena petani banyak yang kepepet," ujarnya.

Menurutnya, edukasi terhadap petani harus terus dilakukan. Agar mereka tidak mudah melepas hasil panen dengan harga lebih rendah dari ketentuan.

Terkait hal itu, dia memastikan akan melayani jika ada permintaan dari petani.

"Edukasi harus terus dilakukan, agar petani tidak mudah melepas dengan harga lebih murah," pungkasnya. (sae/den)

Editor : Budhi Prasetya
#panen raya #GKP #perum bulog #ngawi #harga gabah