NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Perjalanan empat bus rombongan siswa kelas XI SMAN 01 Karangjati Ngawi ke Bali harus terhenti sejenak.
Itu lantaran bus rombongan study wisata ke Pulau Dewata itu mengalami kecelakaan di Jalan Situbondo-Banyuwangi masuk Desa Kilensari, Panarukan, Situbondo.
Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi pada hari Selasa 15 April 2025 malam. Kejadian sempat membuat ratusan siswa SMAN 01 Karangjati Ngawi terkejut.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Ngawi Lena membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menybut jika rombongan siswa itu dalam perjalanan menuju Bali mengendarai empat unit bus wisata.
Nahas, salah satu bus rombongan mengalami kecelakaan saat menuju pelabuhan Gilimanuk.
"Semua selamat, tidak ada korban luka," kata Lena, Rabu 16 April 2025.
Lena menjelaskan jika rombongan siswa kelas XI SMAN 01 Karangjati Ngawi tersebut tengah melaksanakan kunjungan kampus ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan studi budaya ke Bali. Agenda itu dijadwalkan selama beberapa hari, mulai tanggal 15 sampai dengan 19 April 2025.
Menurut laporan yang diterimanya, total sekitar 192 siswa ikut kegiatan kunjungan kampus dan study budaya tersebut.
“Rombongan didampingi sembilan guru,’’ ungkap Lena.
Dirinya juga menyebut jika empat bus rombongan SMA 01 Karangjati Ngawi itu dikawal kendaraan patwal.
Kendati demikian, petaka tak dapat ditolak. Kecelakaan bermula saat empat bus berjalan beriringan. Bus kedua mengerem mendadak.
Otomatis, bus ketiga juga mengerem. Nah, bus keempat yang kaget, akhirnya menabrak bus ketiga.
"Tabrakan tidak parah, hanya rusak bagian depan bus nomor empat," ujarnya.
Atas peristiwa tersebut cabdindik meminta rombongan berkoordinasi lebih ketat. Sebab, agenda SMAN 01 Karangjati itu dilanjutkan.
"Setiap mau berangkat dan menuju titik lokasi tujuan, harus mengirim foto ke kami," terangnya.
Lena menuturkan, pihak sekolah telah memenuhi sejumlah dokumen persyaratan sebelum keberangkatan kegiatan itu.
Mulai izin orang tua hingga surat kelayakan kendaraan. Pihak biro perjalanan juga sudah melakukan pemberitahuan.
"Kami minta juga ada briefing driver, upaya preventif dilakukan agar tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya