NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Tiga kecelakaan terjadi di ruas Tol Solo-Ngawi sepekan lalu.
Ironisnya, kecelakaan di wilayah Kabupaten Ngawi itu merenggut empat korban jiwa dan empat orang terluka.
Kecelakaan maut pertama pada hari Rabu 16 April 2025 sekitar pukul 20.45 WIB di kilometer 578 masuk Desa Kedungharjo, Ngawi.
Sebuah Toyota Avanza dengan nomor polisi (nopol) B 1563 JUY menabrak bagian belakang truk tronton AE 8632 UP.
Tiga orang tewas seketika di tempat kejadian perkara (TKP). Yakni, sopir dan dua penumpang mobil.
Insiden berikutnya terjadi pada hari Jumat 18 April 2025 sekira pukul 16.10 WIB.
Satu unit mobil Toyota Avanza nopol H 1690 YY mengalami kecelakaan tunggal di kilometer 549 masuk Desa Kedungharjo, Mantingan, Ngawi.
Satu penumpang mobil nahas itu meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.
Terakhir, kecelakaan terajdi di kilometer 587 Tol Solo-Ngawi masuk Desa Kasreman, Geneng pada hari Minggu 20 April 2025.
Dua penumpang penumpang Innova bernopol AG 1703 CD yang diketahui rombongan dari Ponpes Lirboyo mengalami luka ringan dalam peristiwa tersebut.
Kanitgakkum Satlantas Polres Ngawi Iptu Parsidi mengatakan bahwa kecelakaan di Tol Solo-Ngawi didominasi akibat human error.
Mulai microsleep sampai kealpaan dalam mengecek kendaraan. Selain itu, juga pelanggaran lalu lintas dengan memacu kendaraan melebihi batas 80-100 kilometer per jam.
"Nyaris mayoritas akibat human error," terangnya.
Berdasarkan analisis polisi, ruas Tol Solo-Ngawi merupakan kawasan titik jenuh dan titik lelah bagi pengemudi. Baik dari barat maupun timur.
"Di Ngawi memang harusnya menjadi tempat istirahat," terangnya.
Dia mengatakan, ruas tol di Ngawi cukup panjang. Mulai kilometer 548 hingga 591 Tol Trans Jawa.
Secara geografis, samping kanan dan kirinya area persawahan. Selain membuat gampang mengantuk, angin cukup mempengaruhi laju kendaraan.
"Beberapa titik rawan telah diberi lampu kejut agar pengemudi tidak mengantuk," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya