Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kerennya Kayangan Cafe and Space, Oase Alam dan Literasi di Lereng Gunung Lawu yang Syahdu

Satrio Jati • Kamis, 24 April 2025 | 23:03 WIB
Kayangan Cafe and Space, sebuah ruang rekreasi bernuansa natural kekinian di Brubuh, Jogorogo, Ngawi.
Kayangan Cafe and Space, sebuah ruang rekreasi bernuansa natural kekinian di Brubuh, Jogorogo, Ngawi.

Jawa Pos Radar Madiun - Di kaki Gunung Lawu yang sejuk dan rindang, ada satu titik baru yang kini jadi perbincangan hangat di kalangan wisatawan dan komunitas kreatif: Kayangan Cafe and Space.

Kafe yang berada di Dusun Kayangan, Desa Brubuh, Kecamatan Jogorogo ini bukan sekadar tempat ngopi biasa.

Mengusung konsep natural elegan dan kekinian, Kayangan jadi destinasi wisata desa yang berhasil memadukan nuansa alam, kuliner, literasi, hingga ruang ekspresi komunitas.

Di balik kesuksesan Kayangan, ada peran besar Pemdes Brubuh yang menginisiasi pembangunan dan pengelolaan kafe ini lewat BUMDes Duta Karya.

Kepala Desa Brubuh, Muhtarom, mengungkapkan bahwa ide awal hadir dari keresahan saat pandemi Covid-19 memukul sektor ekonomi dan pariwisata desa.

“Awalnya memang berat, tapi berkat musyawarah dan dukungan dari berbagai pihak, akhirnya lahirlah Kayangan Kafe and Space yang mulai diresmikan tahun 2021 oleh Pak Bupati Ony Anwar,” tuturnya bangga.

Kini, Kayangan Cafe and Space tak hanya menjadi tempat ngopi, tapi juga tumbuh sebagai ruang kolaboratif komunitas.

Berbagai kegiatan seperti pertemuan, diskusi kreatif, hingga pameran seni sering digelar di sana.

Kepala Desa Brubuh Muhtarom di depan Kayangan Cafe and Space
Kepala Desa Brubuh Muhtarom di depan Kayangan Cafe and Space

Ditambah lagi, dukungan dari Dinperpus yang menghadirkan koleksi buku bacaan, membuat tempat ini juga berfungsi sebagai ruang literasi terbuka untuk pengunjung.

Konsep pengelolaan Kayangan oleh BUMDes terbukti membawa dampak positif bagi ekonomi desa.

Keuntungan usaha terus diputar untuk pengembangan, dan modal tambahan dari Pemdes digelontorkan demi menjaga roda usaha tetap berputar.

“Beras, sayur, hingga tenaga kerja kita rekrut dari warga lokal. Ini bukan hanya usaha kuliner, tapi bentuk nyata pemberdayaan desa, mulai dari hulu hingga hilir,” jelas Muhtarom.

Tak hanya mendongkrak ekonomi, hadirnya Kayangan juga menyerap tenaga kerja lokal, serta membuka ruang kreativitas bagi anak-anak muda.

Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui berbagai instansi pun ikut ambil bagian dengan mendorong pelaksanaan berbagai event agar digelar di lokasi ini.

Kayangan belum ingin berhenti. Ke depan, Pemdes Brubuh sudah menggagas perluasan kawasan wisata, termasuk penambahan kolam renang dan fasilitas lain yang bisa menarik lebih banyak wisatawan.

Namun, pembangunan tersebut tentu memerlukan perhitungan matang dan tambahan modal yang signifikan.

“Kami optimis. Dengan semangat anak-anak muda dan BUMDes yang terus berinovasi, Kayangan bisa jadi ikon wisata baru Ngawi,” tutup Muhtarom. (rio/naz/*)

Editor : Mizan Ahsani
#jogorogo #Kayangan #ngopi #kekinian #ngawi #cafe