Jawa Pos Radar Madiun – Taji Persinga Ngawi kian tajam. Kemarin (24/4), Laskar Alas Ketonggo memecundangi Mangiwang FC Makassar 3-0.
Kemenangan di babak 64 besar grup I Liga 4 Nasional itu buah skema gol defleksi yang seluruhnya tercipta sebelum turun minum.
‘’Semua patut disyukuri, itu hasil kerja keras para pemain,’’ kata Kepala Pelatih Persinga Ngawi Joko Susilo.
Gol pertama tercipta dari set piece tendangan bebas. Tegar Rukmana mengeksekusi.
Bola mengenai salah satu pagar betis yang dibuat lawan. Arah bola berubah lalu gol pada menit ke 11 .
Papan skor berubah 2-0 pada menit ke 39. Tendangan keras Ayuep Yulianto dari luar kota penalti menyentuh kaki striker Persinga Ngawi Kristiyono. Gol tercipta usai bola menggelinding liar.
Gol ketiga, Kristiyono kembali jadi aktor skema defleksi pada menit ke 45+2. Kali ini, bola hasil tendangan Qoyum Nazaludin. ‘’Hal seperti itu sudah kami skemakan," ungkap Joko.
Dia mengatakan, konsistensi serangan jadi kunci kemenangan. Pun, pressing ketat yang berakibat lawan mudah lelah.
‘’Strategi offensif itu sengaja diterapkan untuk mengunci kemenangan di babak pertama.’’ ujarnya.
Yusrifar Djafar, pelatih Mangiwang FC, mengatakan bahwa permainan cukup berimbang. Namun, timnya harus menelan kekalahan.
"Mungkin kiper tidak fokus, juga faktor tuan rumah dengan tekanan supporter mempengaruhi,’’ ungkap Yusrifar. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto