Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Ngawi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk perbaikan sekolah tahun ini.
Dana tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Kabupaten Ngawi, dan akan digunakan untuk memperbaiki fasilitas di 38 SD dan SMP di wilayah tersebut.
Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi, Zainal Fanani, menjelaskan bahwa anggaran ini akan difokuskan pada perbaikan ruang kelas dan toilet.
“Saat ini, kami masih dalam tahap pendataan untuk menentukan prioritas perbaikan,” katanya, Rabu (30/4).
Zainal menambahkan, karena anggaran terbatas, prioritas akan diberikan pada sekolah-sekolah yang kondisinya rusak berat atau rusak sedang.
Perbaikan akan difokuskan pada atap ruang kelas dan toilet yang tidak layak digunakan.
Baca Juga: Antrean Haji di Ngawi Tembus 33 Tahun, Kemenag Sarankan Daftar Sejak Dini
“Ini sesuai arahan Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, agar perbaikan bisa dilakukan secepatnya pada fasilitas yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Sebelumnya, perbaikan sekolah di Ngawi dibiayai melalui dana alokasi khusus (DAK) yang dikelola langsung oleh Dikbud.
Namun, tahun ini, pengelolaan anggaran untuk perbaikan sekolah akan diserahkan kepada Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU).
Sayangnya, Zainal mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada kejelasan mengenai petunjuk teknis terkait perbaikan dari DAK.
“Masih simpang siur terkait kepastian perbaikan sekolah melalui DAK,” terangnya.
Menurut data Dikbud, dari 506 SD negeri dan swasta di Ngawi, 85 di antaranya dalam kondisi rusak.
Sementara itu, 10 dari 88 SMP negeri dan swasta juga membutuhkan perbaikan.
Pemkab berharap anggaran ini dapat membantu memperbaiki fasilitas pendidikan yang rusak demi kenyamanan dan kualitas pembelajaran para siswa.
Editor : Hengky Ristanto