Jawa Pos Radar Madiun – Anggaran terbatas menyebabkan Pemkab Ngawi tidak dapat memperbaiki seluruh ruas jalan yang direncanakan tahun ini.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi hanya mampu memperbaiki 12,8 kilometer dari total 49 kilometer ruas jalan yang harus diperbaiki di tahun 2024.
Kabid Bina Marga DPUPR Ngawi, Rachmat Fitrianto, mengatakan, penurunan panjang jalan yang diperbaiki disebabkan oleh keterbatasan anggaran.
"Tahun ini hanya sekitar 12,8 kilometer, termasuk yang masih dalam tahap lelang," ungkapnya, Jumat (2/5).
Saat ini, dua proyek infrastruktur jalan masih berada di tahap lelang.
Yaitu rekonstruksi ruas Jalan Jagir-Tulakan sepanjang 5 kilometer di Kecamatan Sine dengan anggaran Rp 14,9 miliar.
Dan, pemeliharaan rutin ruas Jalan Podang sepanjang 1 kilometer di Kecamatan Ngawi dengan nilai proyek Rp 2,8 miliar.
Sementara itu, DPUPR Ngawi juga sedang mengerjakan tiga proyek lainnya.
Di antaranya rekonstruksi Jalan Kendung-Kwadungan senilai Rp 30,8 miliar, Jalan Teguhan-Pelang Kidul dengan anggaran Rp 8,1 miliar, serta pemeliharaan ruas Jalan Klitik-Paron senilai Rp 3 miliar.
"Proyek Jalan Klitik-Paron sudah selesai karena hanya pengaspalan," jelas Rachmat.
Meski panjang ruas jalan yang diperbaiki berkurang, DPUPR Ngawi tetap berkomitmen menjaga kondisi jalan dengan melakukan perbaikan secara bertahap.
Jumlah total panjang ruas jalan kabupaten pun bertambah. Jika sebelumnya hanya ada 248 ruas sepanjang 744 kilometer, kini menjadi 269 ruas dengan panjang 748 kilometer.
Rachmat menambahkan, meskipun hanya 5 persen jalan yang belum baik, pihaknya optimistis target perbaikan jalan bisa tercapai pada tahun ini, asalkan tidak ada kendala anggaran.
"Saat ini 95 persen jalan di Ngawi sudah dalam kondisi baik," pungkasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto