Jawa Pos Radar Madiun – Rencana regrouping atau penggabungan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Ngawi mulai berjalan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat mengusulkan peleburan delapan SD menjadi empat sekolah pada tahun ajaran 2025–2026.
Kepala Dikbud Ngawi Sumarsono mengatakan, proses regrouping saat ini tinggal menunggu keputusan resmi dari Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.
“Usulan sudah kami ajukan, sekarang menunggu persetujuan bupati,” ujarnya, kemarin.
Regrouping dilakukan terhadap delapan sekolah yang tersebar di Kecamatan Widodaren, Bringin, dan Pangkur.
Sumarsono tidak merinci nama-nama sekolah yang dimaksud, namun memastikan bahwa seluruh sekolah tersebut telah memenuhi kriteria untuk digabung.
“Kami menilai berdasarkan jumlah siswa yang sedikit dan jarak antar sekolah yang berdekatan. Kalau dua sekolah letaknya dekat dan jumlah siswanya sedikit, maka kami lebur,” jelasnya.
Namun, ia menegaskan proses regrouping dilakukan secara selektif. Tidak semua sekolah dengan siswa sedikit langsung dilebur.
“Kalau jaraknya jauh dengan sekolah terdekat, tetap kami pertahankan demi aksesibilitas pendidikan warga,” imbuhnya.
Meski sudah diajukan, sekolah-sekolah yang akan dilebur masih diperbolehkan menerima peserta didik baru.
Sementara, untuk efisiensi, kepala sekolah di delapan SD tersebut saat ini sudah dikosongkan.
“Kami siapkan langkah ini agar proses berjalan mulus setelah keputusan resmi keluar,” pungkasnya.
Editor : Hengky Ristanto