NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Senyum peternak mulai terlihat jelang perayaan Idul Adha tahun 2025.
Itu seiring dengan suasana di Pasar Hewan Ngawi mulai menggeliat. Perdagangan sapi kurban mulai menunjukkan tren kenaikan.
Deretan sapi yang terikat di kandang sementara jadi pusat perhatian para calon pembeli. Menjelang Idul Adha, permintaan hewan kurban meningkat signifikan.
Ini menjadi angin segar bagi para peternak setelah dua tahun dilanda kekhawatiran akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Sukijan, 45, peternak asal Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, dia sudah berhasil menjual lima hingga enam ekor sapi.
"Peminatnya lumayan meningkat dibanding tahun lalu,” ungkapnya, Rabu 21 Mei 2025.
Namun demikian, dari sisi harga, pasar belum sepenuhnya pulih. Sukijan mengaku harga jual sapi ukuran sedang saat ini berkisar Rp 23,5 juta.
Sedikit di bawah harga normal sebelum PMK yang bisa menyentuh angka Rp 24 hingga 25 juta.
"Kalau dibanding hari-hari biasa, sekarang jelas naik. Biasanya maksimal Rp 21 juta,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (DPP) Ngawi Eko Yudo Nurcahyo memastikan saat ini PMK sudah tidak lagi menjadi ancaman.
"Alhamdulillah, di Ngawi sudah zero kasus PMK,” jelasnya.
Eko menambahkan, meski PMK telah mereda, kewaspadaan tetap perlu. Beberapa waktu lalu, penyakit kulit lumpy skin disease (LSD) sempat merebak.
Meskipun tidak mematikan, penyakit ini berdampak pada penampilan fisik sapi dan memengaruhi harga jual.
"Kami terus pantau agar hewan kurban tetap sehat dan layak jual,” tandasnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya