Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Belasan Kader Desa Bringin Terima Insentif Dana Desa, Ini Peran Strategis Mereka

Satrio Jati • Selasa, 24 Juni 2025 | 20:11 WIB
Pemdes Bringin beri insentif Rp1,6 juta untuk 16 KPM.
Pemdes Bringin beri insentif Rp1,6 juta untuk 16 KPM.

Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah Desa (Pemdes) Bringin kembali menunjukkan komitmennya terhadap para Kader Pembangunan Manusia (KPM) dengan memberikan insentif rutin sebagai bentuk apresiasi atas peran vital mereka di tengah masyarakat.

Kegiatan penyerahan insentif ini berlangsung di kantor desa, Selasa lalu (24/6), dan disambut antusias oleh para kader.

Sebanyak 16 kader menerima insentif masing-masing sebesar Rp100 ribu yang dialokasikan dari Dana Desa (DD).

Penyerahan ini dilakukan setiap tiga bulan sekali, dan pada triwulan kali ini total anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp1,6 juta.

Kepala Desa Bringin, Puji Rahayu—akrab disapa Yayuk—mengungkapkan bahwa kehadiran KPM sangat membantu kelancaran pelaksanaan program desa, khususnya dalam pelayanan sosial dasar, kesehatan, hingga edukasi pencegahan stunting.

“Insentif ini bukan hanya sekadar bentuk penghargaan, tetapi juga penyemangat agar para kader terus berkontribusi secara aktif dalam membangun desa. Terima kasih atas pengabdian luar biasa mereka selama ini,” ujar Yayuk.

Dalam konteks pembangunan desa, KPM merupakan ujung tombak yang bertugas memantau, mendampingi, dan menjembatani masyarakat dengan pemerintah. Mereka dipilih melalui Musyawarah Desa (Musdes) dan bertanggung jawab dalam memastikan warga, khususnya ibu hamil dan balita, mendapatkan akses layanan sosial dasar secara terpadu.

KPM Desa Bringin memiliki sejumlah tugas strategis, antara lain:

Meningkatkan kesadaran keluarga terhadap bahaya stunting lewat pengukuran tinggi badan balita secara rutin.

Mengidentifikasi sasaran 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui pemetaan sosial dan Pengkajian Kondisi Desa (PKD).

Memfasilitasi pemanfaatan Dana Desa dalam perencanaan dan penganggaran untuk intervensi stunting di RKPDesa dan APBDesa.

Mengawasi konvergensi lima paket layanan untuk keluarga 1000 HPK dan memastikan data pelaporan berjalan baik.

Berkolaborasi dengan PLD, PD, dan TPID dalam menyusun kegiatan inovatif pencegahan stunting dan penguatan pelayanan dasar.

Mengumpulkan data awal yang diperlukan dalam capturing untuk mendukung monitoring desa.

Menurut Yayuk, seluruh upaya kader tak hanya berdampak pada angka statistik, tetapi juga turut membentuk budaya sadar kesehatan di masyarakat. “KPM adalah bagian dari pemberdayaan masyarakat desa. Peran mereka penting dalam menyentuh langsung kebutuhan warga,” tegasnya. (rio/naz/*)

Editor : Mizan Ahsani
#Kader Desa #ngawi #dana desa #insentif