Jawa Pos Radar Ngawi – Laporan ke Damkar Satpol PP Ngawi makin sembarang kalir. Mulai kasus darurat hingga permintaan tak lazim.
Hingga 26 Juni, petugas telah menangani 122 aksi penyelamatan
. ‘’Laporan masyarakat semakin kompleks. Bahkan, nyaris semua masalah dilaporkan ke damkar,’’ ujar Kabid Damkar Santoso Wibowo kemarin (27/6).
Kasus terbaru adalah evakuasi tangan siswi yang tersangkut lubang kunci pintu sekolah.
Sebelumnya, petugas juga diminta melepas paralon dari alat kelamin seorang kakek.
Bahkan, pernah pula diminta membantu mencari kunci hilang atau sekadar curhat rumah tangga.
Menurut Santoso, tingginya laporan menandakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap damkar.
Namun, tidak semua laporan bersifat mendesak.
‘’Kami tetap senang karena masyarakat percaya,’’ ujarnya.
Meski begitu, tantangan tetap ada. Termasuk soal laporan palsu.
Beberapa kali petugas tidak menemukan lokasi kejadian. Padahal, biaya operasional terbatas.
‘’Kalau anggaran habis untuk laporan palsu, bisa berbahaya saat keadaan darurat sebenarnya,’’ tegasnya.
Keterbatasan alat juga jadi kendala. Damkar Ngawi belum memiliki alat selam maupun perlengkapan evakuasi dari sumur dalam.
‘’Kami tetap berupaya maksimal dengan segala keterbatasan,’’ pungkasnya. (*)
Editor : Hengky Ristanto