Jawa Pos Radar Ngawi – Cedera serius menimpa Hafizal Irham Yaramadhan, atlet jujitsu asal Ngawi, saat berlaga di ajang Porprov IX Jawa Timur 2025.
Remaja 18 tahun asal Desa Pelem itu mengalami patah tulang tangan kiri setelah menerima bantingan keras dalam pertandingan kelas -62 kilogram fighting system yang digelar di GOR Polinema, Kota Malang, Minggu (29/6).
Kecelakaan terjadi ketika Hafizal berusaha menahan jatuh dengan tangan, yang justru menyebabkan tulangnya patah.
Tim medis merespons cepat dan langsung merujuk Hafizal ke RS Universitas Brawijaya (UB) Malang untuk mendapat penanganan intensif.
“Langsung ditangani tim kesehatan dan dirujuk ke rumah sakit,” ujar Ketua KONI Ngawi Faisol, Senin (30/6).
Hafizal kemudian menjalani operasi tulang pukul 14.30 WIB, dan menurut laporan tim medis, operasi berjalan lancar.
Saat ini, kondisinya mulai membaik dan diperkirakan bisa kembali ke rumah dalam waktu dekat.
“Kami prihatin atas insiden ini, namun bersyukur Hafizal mendapatkan penanganan cepat dan tepat,” tambah Faisol.
Sebagai peserta ajang resmi, seluruh biaya perawatan Hafizal ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan, termasuk proses operasi dan pemulihan.
KONI Ngawi bersama pengurus cabang olahraga (cabor) jujitsu juga terus mendampingi Hafizal sejak awal kejadian hingga pasca-operasi.
“Kami sudah menjenguk langsung, memberi semangat, agar Hafizal tidak trauma dan tetap percaya diri untuk kembali ke arena,” tegas Faisol.
Ia menambahkan, proses pemulihan Hafizal bukan hanya dari sisi fisik, tapi juga pemulihan mental menjadi prioritas.
KONI Ngawi berkomitmen penuh untuk mendampingi atlet muda ini hingga pulih total.
“Semoga Hafizal bisa segera pulih dan tetap semangat melanjutkan karier olahraganya. Cedera bukan akhir, tapi bisa jadi awal dari kematangan seorang atlet,” pungkasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto