Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Desa Begal, Kecamatan Kedunggalar, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di bidang layanan kesehatan.
Melalui serangkaian inovasi bersama para kader kesehatan desa, Pemdes Begal meraih penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam lomba penguatan peran desa di bidang kesehatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, pada upacara peringatan Hari Jadi Ngawi ke-667 di halaman Pendopo Wedya Graha, Senin (7/7) lalu. Kepala Desa Begal, Yusuf Setyono, mengaku bangga atas pencapaian tersebut.
“Ini bentuk apresiasi atas komitmen dan inovasi kami dalam mendukung program kesehatan masyarakat,” ujar Yusuf.
Sejumlah terobosan unggulan yang telah dijalankan di antaranya Posyandu Remaja, pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita, serta program peningkatan gizi untuk ibu hamil.
Menariknya, program Posyandu Remaja bisa digelar lebih intensif bertepatan dengan masa libur sekolah.
Dalam program itu, selain pemeriksaan kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang remaja, juga diberikan edukasi karakter dan kepemimpinan oleh Babinsa TNI.
“Melalui penghargaan ini kami lebih bersemangat untuk belajar dan menyempurnakan program yang sudah ada,” ungkap Kasi Pelayanan Desa Begal, Muhammad Syaiful Anwar.
Menurutnya, upaya penguatan peran desa di bidang kesehatan juga berdampak positif pada penanggulangan stunting.
Saat ini, jumlah balita terindikasi stunting di Desa Begal hanya tersisa dua orang dan terus dipantau secara intensif.
Keberhasilan tersebut tak lepas dari peran aktif masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat.
Warga juga dinilai semakin proaktif mengikuti penyuluhan dan edukasi dari kader maupun petugas kesehatan. “Kami harap kemanfaatan program kesehatan ini bisa dirasakan lebih luas dan berkelanjutan,” pungkas Yusuf. (rio/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani