Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Miris! 10 SD di Ngawi Cuma Dapat 1–2 Murid Baru, Apa Langkah Dikbud?

Asep Syaeful • Rabu, 16 Juli 2025 | 17:30 WIB
Salah satu ruang kelas di SDN 01 Dempel yang hanya dihuni seorang murid baru. ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI
Salah satu ruang kelas di SDN 01 Dempel yang hanya dihuni seorang murid baru. ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Fenomena minimnya siswa baru tidak hanya terjadi di SDN 01 Dempel.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi mencatat, ada sepuluh sekolah dasar negeri (SDN) lain yang mengalami kondisi serupa.

Enam di antaranya hanya menerima satu siswa baru, sementara empat sekolah lainnya masing-masing mendapat dua siswa.

“Hasil sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 ini akan kami evaluasi,” kata Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dikbud Ngawi, Zainal Fanani, kemarin (15/7).

Zainal menyebut, tahun ini sudah dilakukan regrouping terhadap lima sekolah.

Jumlah SD yang sebelumnya sebanyak 507 kini berkurang menjadi 502 sekolah, terdiri atas 472 negeri dan 30 swasta.

Regrouping dilakukan karena menyusutnya jumlah siswa dan jarak antar sekolah yang berdekatan.

“Untuk yang tahun ini minim siswa masih kami kaji, belum ada rencana regrouping lanjutan,” terangnya.

Dikbud akan melakukan evaluasi berdasarkan data tiga tahun terakhir.

Kajian akan meliputi jumlah siswa yang diterima tiap tahun serta keberadaan sekolah lain di sekitarnya.

“Kami akan kaji dulu dengan data yang ada,” jelasnya.

Penurunan jumlah siswa, menurut Zainal, disebabkan beberapa faktor.

Mulai berkurangnya jumlah penduduk usia sekolah hingga persaingan antar sekolah yang semakin ketat.

“Baik antarsekolah negeri, madrasah di bawah Kemenag, maupun swasta,” pungkasnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
#regrouping sekolah #krisis sekolah dasar #SDN Ngawi sepi #zonasi dan daya saing sekolah #SD minim murid #siswa baru SD #ngawi #Dikbud Ngawi