Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Desa Widodaren terus menggulirkan pembangunan infrastruktur secara bertahap.
Terbaru, proyek pavingisasi jalan pemukiman di Dusun Widodaren Kidul RT 07 RW 02 resmi dimulai.
Jalan tersebut kini dalam proses pengerjaan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa dengan target rampung dalam 20 hari kerja.
“Volume pekerjaan 2,25 x 20 meter dan 2,5 x 240 meter. Sumber dana dari Dana Desa (DD) 2025 sebesar Rp93 juta,” terang Kepala Desa Widodaren, Woko Supriyanto.
Woko menyebut pembangunan jalan paving ini diprioritaskan lantaran kondisi sebelumnya sudah tidak layak.
Dengan akses baru yang lebih baik, diharapkan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi, menjadi lebih lancar.
“Akses untuk kegiatan perekonomian juga lebih cepat dan efisien,” katanya.
Menurutnya, infrastruktur jalan yang memadai sangat berpengaruh terhadap distribusi barang dan jasa, membuka konektivitas antarwilayah, dan mempercepat produktivitas warga desa.
Woko berharap, biaya transportasi hasil pertanian maupun produk UMKM bisa ditekan karena jalan sudah nyaman dilalui.
Pemilihan material paving blok dinilai lebih efisien dari segi perawatan. Jika suatu saat terjadi kerusakan, perbaikannya bisa dilakukan secara parsial.
“Kalau ada bagian yang pecah, retak, atau amblas, bisa diganti satu per satu. Tidak perlu bongkar semua,” jelasnya.
Woko menyadari keterbatasan Dana Desa menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pembangunan jalan dilakukan secara prioritas berdasarkan tingkat urgensi.
“Tidak semua jalan bisa langsung dibangun bersamaan. Maka, kita utamakan akses vital, potensi ekonomi, kepadatan penduduk, dan kondisi eksisting,” ungkapnya.
Ia menambahkan, investasi infrastruktur di desa bukan sekadar proyek fisik, tapi juga bagian dari strategi jangka panjang menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Untuk itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan desa yang berkelanjutan. (rio/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani