Jawa Pos Radar Ngawi – Suy, 54, warga Desa Mangunharjo, Ngawi, mencoba mengakhiri hidup dengan terjun dari Jembatan Kendung setinggi 15 meter, Senin pagi (22/7).
Aksinya diduga dipicu tekanan ekonomi, khususnya biaya operasi prostat suaminya yang dijadwalkan hari itu di RSUD dr Soeroto Ngawi.
Beruntung, upaya bunuh diri itu berhasil digagalkan. Tubuh Suy yang sempat terbawa arus Bengawan Madiun diselamatkan warga dengan menggunakan bambu sekitar satu kilometer dari lokasi awal.
Peristiwa itu pertama kali diketahui Hartoyo, 31, warga setempat, yang melintas di jembatan sekitar pukul 06.13.
Ia melihat sepeda biru terparkir mencurigakan di pagar jembatan.
Setelah menengok ke sungai, ia melihat seorang perempuan melambai meminta tolong.
“Saya teriak minta bantuan warga. Tapi tidak ada yang berani terjun, akhirnya korban terbawa arus,” katanya.
Kapolsek Ngawi AKP Jais Bintoro menyebut penyelamatan dilakukan usai laporan diterima dari Bhabinkamtibmas Desa Kendung.
Korban akhirnya berhasil diraih menggunakan bambu dan langsung dievakuasi ke RSUD dr Soeroto.
“Korban mengalami luka serius akibat terjun dari ketinggian. Dugaan awal, ia depresi karena beban ekonomi,” ujar Jais.
Diketahui, Suy menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya sakit dan anaknya mengalami keterbelakangan mental.
Polisi meminta pemerintah desa setempat memberikan pendampingan untuk proses pemulihan Suy maupun pengobatan suaminya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto