Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Luas Sawah di Ngawi Menyusut, Tapi Produksi Padi Tembus 778 Ribu Ton!

Asep Syaeful • Jumat, 1 Agustus 2025 | 14:30 WIB
Lahan sawah di Desa Geneng, Ngawi, tampak diuruk untuk pembangunan pabrik. ASEP SYAEFUL BACHRI/RADAR NGAWI
Lahan sawah di Desa Geneng, Ngawi, tampak diuruk untuk pembangunan pabrik. ASEP SYAEFUL BACHRI/RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Luas baku sawah (LBS) di Ngawi menyusut signifikan dalam lima tahun terakhir.

Namun, produksi padi justru mengalami peningkatan.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi M. Hasan Zunairi menyebut penyusutan lahan disebabkan alih fungsi untuk pembangunan industri dan permukiman.

“LBS memang menurun setiap tahun, banyak yang beralih fungsi,” ujarnya, kemarin (31/7).

Data DKPP menunjukkan, LBS pada 2019 seluas 50.715 hektare.

Tahun ini, tinggal 49.622 hektare. Berkurang 1.093 hektare atau setara potensi produksi 20 ribu ton gabah kering panen (GKP) per tahun, dengan asumsi tanam tiga kali dan provitas 6,4 ton per hektare.

“Lima tahun terakhir banyak pabrik baru, perumahan, dan permukiman warga,” jelas Hasan.

Meski begitu, produksi padi meningkat.

Pada 2019 tercatat 777 ribu ton gabah kering giling (GKG), naik menjadi 778 ribu ton pada 2024.

Peningkatan ini ditopang pemanfaatan lahan perhutanan sosial dan indeks pertanaman yang mencapai tiga kali dalam setahun.

“Provitas panen di Ngawi tertinggi nasional,” tegasnya.

Hasan menambahkan, kunci produktivitas tinggi adalah kesuburan lahan dan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan.

“Kuncinya kesuburan dan perbaikan sawah,” pungkasnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
#indeks tanam #alih fungsi lahan #lahan pertanian #luas baku sawah #produksi padi Ngawi #ngawi #provitas padi