Jawa Pos Radar Madiun - Komitmen Pemerintah Desa Mojo, Kecamatan Bringin, dalam menangani stunting diwujudkan lewat kegiatan Posyandu Tunas Emas yang digelar secara rutin.
Posyandu ini dikhususkan untuk pencegahan dan penanganan stunting dengan pendekatan yang ramah anak.
Mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemberian makanan tambahan bergizi (PMT), hingga kolam renang dan spa balita.
Kepala Desa Mojo, Subiyanto, menjelaskan bahwa penyediaan kolam renang mini dan spa balita membuat anak-anak lebih rileks dan tidak takut saat diperiksa.
“Anak-anak senang karena bisa bermain dan berenang. Mereka jadi tidak rewel saat menjalani pemeriksaan kesehatan,” ujarnya, Rabu (6/8).
Posyandu stunting Tunas Emas memiliki fokus pada pemantauan pertumbuhan anak, edukasi gizi seimbang, ASI eksklusif, serta praktik MPASI dan sanitasi yang baik.
Jika ditemukan masalah gizi atau keterlambatan tumbuh kembang, kader posyandu langsung memberikan intervensi berupa suplementasi zat besi, makanan tambahan bergizi, dan rujukan ke fasilitas kesehatan.
"Posyandu ini adalah ujung tombak pelayanan kesehatan dasar bagi balita dan ibu hamil, termasuk imunisasi dan pemeriksaan kehamilan,” tambah Subiyanto.
Para kader posyandu memiliki peran sentral, mulai dari pendataan, pemantauan, hingga penyuluhan kesehatan.
Namun, Subiyanto menekankan pentingnya peran aktif masyarakat.
“Program ini tidak akan berhasil tanpa dukungan orang tua, terutama dalam menyediakan makanan bergizi di rumah dan menjaga kebersihan lingkungan,” jelasnya.
Dengan sinergi antara kader dan warga, Subiyanto optimistis angka stunting di Desa Mojo bisa terus ditekan. “Harapannya, anak-anak bisa tumbuh dan berkembang optimal, ibu-ibu pun makin paham pentingnya mendukung tumbuh kembang anak sejak dini,” pungkasnya. (rio/naz/*)