Jawa Pos Radar Ngawi – Tiga ruang kelas dan satu gudang di SDN 2 Mengger, Karanganyar, Ngawi, rusak cukup parah.
Namun, dana perbaikan yang dialokasikan hanya Rp 150 juta.
Anggaran tersebut bersumber dari perubahan APBD (P-APBD) 2025.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi, Sumarsono, mengatakan sekolah itu belum masuk daftar penerima bantuan dana alokasi khusus (DAK) maupun program revitalisasi sarana prasarana (sarpras) dari pemerintah pusat.
‘’Kami sudah ajukan lewat Dapodik, tapi belum masuk kuota tahun ini. Maka diintervensi lewat P-APBD,’’ jelasnya kemarin (7/8).
Kerusakan paling parah berada di bagian atap.
Kayu atap yang lapuk dimakan usia dan rayap dikhawatirkan ambruk saat kegiatan belajar berlangsung.
Menurut Sumarsono, usia bangunan yang sudah lebih dari 15 tahun serta cuaca ekstrem menjadi penyebab cepatnya kerusakan.
‘’Kemungkinan perbaikan mulai September,’’ ujarnya.
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menyebut sektor pendidikan tetap jadi prioritas dalam penggunaan anggaran tambahan.
Pemkab mengalokasikan Rp 4,5 miliar dari APBD 2025 untuk perbaikan 37 sekolah yang masuk kategori darurat.
‘’SDN 2 Mengger termasuk prioritas karena jumlah siswanya banyak dan kondisinya kritis. Progresnya akan kami pantau langsung,’’ ujar Antok, sapaan akrabnya.
Ia menegaskan pengawasan proyek sangat penting agar siswa mendapat hak atas pendidikan yang aman dan layak.
‘’Kami ingin semua siswa belajar di ruang yang aman,’’ tandasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto