Jawa Pos Radar Ngawi – Rencana perubahan format Liga 3 dan 4 menjadi Piala Gubernur dan Piala Bupati menuai reaksi dari daerah.
Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Ngawi menilai perubahan itu tidak bisa diputuskan sepihak.
Sekretaris Askab PSSI Ngawi Muhammad Hasan Zunairi menyebut, keputusan tersebut harus melalui sidang Exco atau kongres luar biasa.
“Menyangkut banyak aspek, terutama persiapan klub,” ujarnya.
Menurutnya, jika format baru menggantikan liga resmi, struktur kompetisi nasional akan terganggu.
Klub-klub mapan bisa kehilangan jalur promosi, termasuk Persinga yang pernah tampil di kasta kedua nasional.
“Kalau Piala Bupati hanya turnamen pascakompetisi tidak masalah. Tapi kalau menggantikan liga resmi, dampaknya besar,” tegasnya.
Hasan menilai sistem kompetisi berjenjang saat ini sudah tertata, mulai Liga 4, Liga 3, hingga promosi ke Liga 2 dan Liga 1.
Perubahan yang tidak terukur dikhawatirkan merusak tatanan itu.
Askab PSSI Ngawi kini menunggu kejelasan resmi dari PSSI.
“Kalau memang bagian strategi jangka panjang, harus ada roadmap dan mekanisme yang jelas,” pungkasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto