Jawa Pos Radar Ngawi – Dalam kurun tiga pekan terakhir, tiga kebakaran melanda wilayah Ngawi.
Peristiwa pertama terjadi Sabtu (9/8) malam di Desa Tempuran, Paron. Korsleting listrik saat pengisian daya aki memicu api yang melahap atap rumah milik Ridlo Cahya Saputra.
Kebakaran kedua terjadi Rabu (27/8) dini hari. Rumah Sarmi, 70, warga Desa Jenggrik, Kedunggalar, rata dengan tanah.
Api unggun yang belum sepenuhnya padam merembet hingga membakar bangunan.
Teranyar, malam harinya, api melalap empat rumah jawa milik Suparman di Dusun Bulak Pepe, Desa Banyu Biru, Widodaren.
Api diduga berasal dari diang kandang kambing yang menyambar bangunan utama.
“Tidak ada korban jiwa,” terang Kasi Penyelamatan Damkar Satpol PP Ngawi Purwanto, kemarin.
Purwanto menyebut tiga penghuni rumah saat itu sedang tidur. Mereka berhasil menyelamatkan diri meski hanya membawa beberapa barang berharga.
Namun, sembilan ekor kambing mati terpanggang. “Perkiraan kerugian materiil mencapai Rp 500 juta,” ujarnya.
Proses pemadaman berlangsung dramatis. Dua armada Firedome dikerahkan, menghabiskan delapan tangki air.
“Rumah yang sebagian besar berbahan kayu membuat api cepat menyebar, ditambah embusan angin cukup kencang,” imbuhnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto