Jawa Pos Radar Ngawi – Fenomena kedai kopi yang tumbuh pesat di Ngawi membawa berkah tersendiri.
Profesi barista kini menjelma sebagai pekerjaan menjanjikan.
Setidaknya ada 50 barista yang berkiprah di berbagai kedai, meski tidak semuanya sudah mengantongi sertifikat.
“Ada yang sudah bersertifikat, ada juga yang masih mengandalkan pengalaman lapangan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi, Wiwien Purwaningsih, Minggu (7/9).
Menurut Wiwien, geliat barista tidak lepas dari potensi kopi lokal lereng Gunung Lawu.
Apalagi, Festival Kopi yang rutin digelar sejak tujuh tahun terakhir ikut memupuk ekosistem ini.
“Dampaknya jelas, kedai kopi terus tumbuh dan barista mulai bermunculan,” imbuhnya.
Meski begitu, pengembangan keahlian barista masih menghadapi keterbatasan.
Disparpora pernah mengajukan fasilitasi sertifikasi barista ke Kementerian Ekonomi Kreatif, namun hingga kini belum disetujui.
“Sekarang kami jajaki kerja sama dengan Pemprov Jawa Timur,” terangnya.
Ia menambahkan, barista sudah diakui sebagai bagian dari industri kreatif yang potensial.
Pasar kopi kini tidak hanya berkutat di warung tradisional, tetapi juga merambah kafe modern yang semakin diminati anak muda.
“Barista bisa menjadi pekerjaan yang menjanjikan ke depannya,” pungkasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto