Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

13 Desa di Ngawi Masih Rawan Kekeringan, Pasokan Air Bersih Belum Cukup

Asep Syaeful • Rabu, 10 September 2025 | 02:05 WIB
Pasokan air di Ngawi masih defisit 12 juta liter per hari dari total kebutuhan masyarakat.
Pasokan air di Ngawi masih defisit 12 juta liter per hari dari total kebutuhan masyarakat.

Jawa Pos Radar Ngawi – Pasokan air bersih di Ngawi belum mencukupi kebutuhan seluruh warga.

Dari kebutuhan total 91 juta liter per hari untuk 910 ribu jiwa, yang tersedia baru sekitar 78 juta liter.

‘’Masih ada kekurangan sekitar 12 juta liter per hari,’’ kata Kabid Kawasan Permukiman Disperkim Ngawi Pipit Dwi Herlina, Selasa (9/9).

Pipit menjelaskan, standar kebutuhan minimal setiap orang 100 liter per hari.

Selama ini pasokan dipenuhi dari sistem penyediaan air minum (SPAM) pedesaan, perumdam, maupun sumur masyarakat.

Namun, jumlah itu masih belum mampu menutup defisit.

Untuk mengatasi kekurangan, pemkab menambah pembangunan SPAM baru.

Saat ini terdapat 210 titik SPAM tersebar di berbagai wilayah, dan setiap tahun direncanakan bertambah 5–10 titik dengan kapasitas rata-rata 2 liter per detik.

‘’Prioritas kami di wilayah rawan kekeringan,’’ ujar Pipit.

Ngawi memiliki 13 desa rawan kekeringan, terutama di kawasan non-cekungan air tanah (CAT).

Pertumbuhan kebutuhan air sekitar 1 persen per tahun membuat perluasan jaringan dan pembangunan SPAM baru menjadi langkah mendesak.

‘’Kebutuhan air bersih adalah kebutuhan primer yang harus dipenuhi,’’ pungkasnya. (sae/cor)

Editor : Hengky Ristanto
#spam #kebutuhan air harian #krisis air #air bersih #disperkim ngawi #ngawi #desa rawan kekeringan #kekeringan #pasokan air