Jawa Pos Radar Ngawi – Ratusan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Ngawi resmi memasuki masa pensiun tahun ini.
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mencatat, ada 458 ASN yang purna tugas, mayoritas dari kalangan guru.
Kepala BKPSDM Ngawi Idham Karima memastikan gelombang pensiun tidak akan mengganggu roda pemerintahan daerah.
“Banyaknya ASN yang pensiun tidak akan mengganggu jalannya roda pemerintahan daerah,” tegasnya, kemarin (9/9).
Idham mengakui, sektor pendidikan menjadi yang paling terdampak karena sebagian besar ASN pensiun adalah guru.
Namun, kondisi itu sudah diantisipasi melalui rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada 2024.
“Untuk tenaga kesehatan juga sama, sebagian sudah terisi lewat formasi PPPK tahun lalu,” tambahnya.
Untuk jabatan lain seperti tenaga administrasi, menurut Idham relatif aman.
Pasalnya, kebutuhan tenaga administrasi kini tidak sebanyak dulu seiring transformasi digital.
“Kalau dulu butuh lima orang, sekarang cukup dua orang karena banyak pekerjaan administrasi yang dibantu teknologi,” jelasnya.
Data BKPSDM mencatat, saat ini jumlah ASN di Ngawi mencapai 9.526 orang.
Jumlah tersebut dipastikan tidak akan bertambah dalam waktu dekat, sebab rekrutmen CPNS maupun PPPK masih menunggu keputusan pemerintah pusat.
“Semua rekrutmen langsung pemerintah pusat,” pungkas Idham. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto