Jawa Pos Radar Ngawi – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi membangun lima titik jalan produksi pertanian tahun ini.
Lokasi pembangunan berada di desa sentra pengembangan tembakau.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan DKPP Ngawi, Hendro Budi Suryawan, menyebut proyek ini masuk Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang disepakati bersama bagian perekonomian SDA dan pemerintah pusat.
“Ada lima lokasi yang menjadi sasaran, yakni Desa Sawo dan Sidokerto di Kecamatan Karangjati, Desa Kenongorejo di Kecamatan Bringin, Desa Pengkol di Kecamatan Mantingan, serta Desa Ngrayudan di Kecamatan Jogorogo,” jelasnya.
Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp900 juta dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Masing-masing titik diproyeksikan mendapat Rp172 juta untuk konstruksi jalan sepanjang 150–170 meter dengan lebar rata-rata 3 meter.
“Kalau lebar jalan ditambah, otomatis panjangnya menyesuaikan,” kata Hendro.
Konstruksi menggunakan rigid beton bertulang besi agar lebih awet dan mampu menahan beban kendaraan angkut hasil pertanian.
“Dengan rigid beton, harapannya jalan bisa lebih tahan lama,” tambahnya.
Pembangunan jalan produksi ini diharapkan mempermudah mobilitas petani.
“Biaya angkut lebih ringan, waktu tempuh lebih cepat, dan hasil panen bisa terdistribusi dengan lebih baik,” pungkas Hendro. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto