Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lewat Inovasi Dewi Ngubalan, Pemdes Banjarbanggi Serius Kembangkan Industri Kerajinan Bonggol Jati

Latifatul Afifa • Sabtu, 20 September 2025 | 17:40 WIB

 

POTENSI: Potret penampakan Dewi Ngubalan yang menjadi salah satu terobosan Pemdes Banjarbanggi bersama para pengrajin bonggol jati. Kerajinan ini dipasarkan sampai Asia dan Eropa.
POTENSI: Potret penampakan Dewi Ngubalan yang menjadi salah satu terobosan Pemdes Banjarbanggi bersama para pengrajin bonggol jati. Kerajinan ini dipasarkan sampai Asia dan Eropa.

Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Desa (Pemdes) Banjarbanggi, Kecamatan Pitu, terus menunjukkan dukungannya terhadap geliat ekonomi kreatif warganya.

Dukungan nyata itu terasa langsung bagi para perajin bonggol jati di Dusun Ngubalan, terutama sejak lahirnya inovasi Desa Wisata Ngubalan (Dewi Ngubalan) sekitar tiga tahun terakhir.

Ketua Perajin Bonggol Jati sekaligus Ketua Tim Dewi Ngubalan, Somo Midi, menyebut dukungan anggaran dari pemdes menjadi kunci berkembangnya program tersebut.

“Support dari desa mulai terasa sejak kami membuat terobosan Dewi Ngubalan. Dukungan itu sangat berarti bagi keberlangsungan usaha perajin,” ujarnya, Jumat (19/9).

Kerajinan bonggol jati sudah lama menjadi identitas Desa Banjarbanggi. Sejak tahun 2000-an, warga Dusun Ngubalan banyak menekuni usaha ini.

Saat ini, tercatat ada 32 pengusaha kerajinan bonggol jati yang bernaung di bawah kepemimpinan Somo Midi.

Produk yang dihasilkan beragam, mulai dari perabot rumah tangga, properti interior-eksterior, hingga hiasan taman.

“Dari tahun ke tahun, usaha ini terus berkembang, meski sempat pasang surut,” jelas Somo.

Kerajinan bonggol jati dari perajin Desa Banjarbanggi, dipajang di galeri Eropa.
Kerajinan bonggol jati dari perajin Desa Banjarbanggi, dipajang di galeri Eropa.

Dua momen yang sempat memukul omset adalah pembukaan Tol Solo–Ngawi, yang mengurangi arus pembeli di jalur nasional, serta pandemi Covid-19 yang sempat menghentikan ekspor.

Uniknya, kerajinan bonggol jati dari Ngubalan bukan hanya dikenal di dalam negeri.

Sekitar 80 persen hasil produksi diekspor ke kawasan Eropa dan Asia, sisanya 20 persen untuk pasar lokal.

Meski saat pandemi ekspor sempat terhenti, Dewi Ngubalan justru menjadi solusi untuk tetap menarik wisatawan sekaligus membuka peluang promosi.

“Meski sekarang penjualan sudah kembali normal, Dewi Ngubalan tetap kami jalankan karena membawa dampak positif,” tegas Somo.

Meski sudah menembus pasar internasional, para perajin masih mengandalkan ekspor lewat sistem undername.

Somo Midi berharap dukungan pemerintah daerah hingga pusat dapat membuka jalan bagi ekspor langsung atas nama perajin.

“Kalau bisa ke depan ekspornya langsung atas nama pengrajin, itu akan lebih menguntungkan dan memberi kebanggaan,” tandasnya. (ifa/naz/*)

 

Editor : Mizan Ahsani
#Bonggol Kayu Jati #Banjarbanggi #jati #ekspor #Pemdes #ngawi #desa #kerajinan